HANKAM

Kapal J7 Explorer Milik Haji Isam Berlogo Kemhan Dijadikan Kantor Program Ketahanan Pangan

J7 Explorer
Kapal J7 Explorer milik PT Jhonlin Marine Trans. (Foto: Dok. Kantor UPP Kelas II Tual Dirjen Perhubungan Laut)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI menyatakan, kapal J7 Explorer milik PT Jhonlin Marine Trans, perusahaan dari Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, dijadikan sebagai kantor program ketahanan pangan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut, kapal tersebut dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa.

“Dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Rico dalam keterangannya kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), dikutip Selasa (18/8).

Baca Juga: KRI Bung Hatta Merapat di Manggarai, Pasok Sembako Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Lebih lanjut, kapal tersebut digunakan sebagai sarana transportasi antarpulau untuk mendukung mobilitas personel Kemhan, kebutuhan kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur, hingga koordinasi program ketahanan pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan serta Kalimantan dan Sumatra.

Kapal tersebut juga dimanfaatkan untuk rapat formulasi kegiatan pembangunan program ketahanan pangan.

“Dengan kondisi geografis dan keterbatasan sarana di sejumlah wilayah tersebut, keberadaan kapal membantu mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintah di lapangan,” tutur Rico.

Rico menambahkan, logo Kemhan yang dipasang pada kapal merupakan penanda bahwa kapal tersebut sedang digunakan untuk mendukung kegiatan Kemhan. Logo tersebut tidak menunjukkan kepemilikan kapal oleh Kemhan.

Baca Juga: Jejak Tempur KRI Ki Hajar Dewantara: Hadang Kapal Portugal hingga Perompak Somalia

“Kepemilikan tetap berada di pihak swasta. Sementara Kemhan meminjam dan menggunakan kapal tersebut tanpa biaya sewa sebagai kapal pendukung kegiatan di lapangan. Dengan demikian, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan,” kata Rico.

Penjelasan ini dikeluarkan Kemhan menanggapi berbagai narasi di media sosial yang mengunggah gambar sebuah kapal swasta berlogo “Kemhan RI” yang bersandar di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan.

Saat Indonesia Defense Magazine (IDM) berkunjung ke markas Batalion Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 861/Maleo Kamur, 2 Januari 2026, kapal J7 Explorer bersandar di dermaga yang tak jauh dari marshalling area Yonif TP 861.

Lokasi tersebut digunakan untuk proyek strategis nasional (PSN) berupa program cetak sawah satu juta hektare di Wanam, Merauke.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.