HANKAM

Kapal Induk Garibaldi Masuk Perairan Batam, Bakal Latihan Bareng 2 KRI

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi sedang melintasi perairan Batam, Rabu (16/9). (Foto: Dok. Military Aviation Photography Singapore)

Jakarta, IDM – Kapal induk helikopter ITS Giuseppe Garibaldi terpantau melintas di perairan perbatasan Batam dan Selat Singapura pada Rabu (16/9) pagi. Kapal perang eks Angkatan Laut Italia yang santer disebut bakal berganti nama menjadi KRI Sriwijaya ini berlayar menuju Indonesia usai bertolak dari Pelabuhan Colombo, Sri Lanka.

TNI AL mengonfirmasi pergerakan kapal induk tersebut. Jalur pelayaran kapal ini menggunakan rute resmi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I.

"Terkait rute pelayaran Garibaldi saat ini sudah bertolak dari Port of Colombo, Sri Lanka menuju Indonesia," ujar Kadispenal Laksamana Pertama TNI Tunggul saat dikonfirmasi Indonesia Defense Magazine, Rabu (16/9).

Tunggul memastikan alur pelayaran yang dilewati kapal induk tersebut tergolong aman. TNI AL juga sudah merencanakan rute ini sejak awal.

Baca Juga: 622 Personel TNI-Polri Disiagakan Amankan Kunjungan Presiden di Peresmian LRT Kelapa Gading–Manggarai

"Rute pelayaran Garibaldi sudah direncanakan dengan matang melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang dipilih sangat aman," kata Tunggul.

Saat melintas di perairan Indonesia, kapal induk Garibaldi tidak berlayar sendirian. TNI AL mengerahkan dua kapal perang utama, yakni KRI Prabu Siliwangi-321 dan KRI Brawijaya-320, untuk menyambut kedatangan kapal tersebut.

Kedua KRI siap menggelar simulasi latihan bersama di laut atau Passing Exercise (PASSEX) bersama kapal induk Garibaldi.

"Garibaldi direncanakan melaksanakan latihan passex dengan 2 unsur KRI kita saat pelayaran menuju tanah air," terang Tunggul.

Baca Juga: Sopir Logistik Dibunuh OPM di Jalur Wamena Papua Pegunungan, Kendaraan dan Jasad Dibakar

Pergerakan kapal induk menuju kawasan Laut Natuna ini sekaligus bagian dari agenda diplomasi maritim TNI AL. Tunggul menegaskan, Indonesia terus mengedepankan kerja sama dengan negara sahabat untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

"Pada prinsipnya, TNI AL memegang prinsip peran diplomasi untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan," ungkapnya.

"Baik melalui patroli bersama maupun latihan bersama dengan seluruh negara sahabat," lanjut Tunggul.

Mengenai operasional kapal induk ini ke depan, TNI AL menegaskan fokus utamanya untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Pemerintah memproyeksikan kapal ini untuk mendukung misi kemanusiaan serta penanganan bencana alam.

Baca Juga: TNI AD Turunkan Personel Redam Aksi Penyerangan Mapolres Sumba Barat

"Sehubungan dengan kehadiran Garibaldi ini, TNI AL memandang bahwa kapal induk ini sangat berfungsi dan akan digunakan untuk OMSP," tegas Tunggul.

"Khususnya dalam penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan," pungkasnya.

Sebelum masuk perairan Batam pada 16 September 2026, kapal induk ini berlayar jauh dari Pangkalan Taranto, Italia, sejak 24 Agustus 2026. Kapal melintasi Terusan Suez, Pelabuhan Jeddah, hingga menyeberangi Samudra Hindia lewat Colombo sebelum akhirnya masuk ke perairan Indonesia.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.