Kapal ADRI XLVIII Angkut Alutsista dan Logistik untuk Latihan Kopassus di Kalimantan

Jakarta, IDM – Satuan Angkutan Perairan/KRY mengerahkan Kapal ADRI XLVIII untuk mengakut alutsista dan logistik guna mendukung latihan pasukan khusus TNI AD Kopassus di Kalimantan.
Baca Juga: Aksi Kopasgat Simulasikan Ground Forward Air Control dalam Manlap Latihan Angkasa Yudha 2024
Pelepasan Kapal ADRI XLVIII dilakukan dalam upacara pemberangkatan dipimpin oleh Dansatangair/KRY Kolonel Cba Putra Bungsu Usman bertempat di Wilayah II Satangair/KRY. Selasa, (26/11).
Dilansir keterangan dari Penpusbekangad, Kamis, (28/11) Satuan Angkutan Perairan/KRY merupakan satuan yang bertugas untuk mendukung operasi TNI AD yang memiliki peran penting dalam pendistribusian bekal, pasukan maupun Alutsista TNI AD ke berbagai tempat di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga: Anak-anak Kongo Terkejut Prajurit TNI Fasih Bahasa Swahili
Dijelaskan pula kapal ini nantinya berlayar ke Kalimantan dipimpin Mayor Cba Eko Hadi Saputra selaku Komandan Kapal ADRI XLVIII. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































