Kanada Tunjuk Perwakilan Militer Senior Indo Pasifik, Perkuat Kemitraan Strategis di Kawasan

Jakarta, IDM – Angkatan Bersenjata Kanada menempatkan Perwakilan Militer Senior untuk Indo Pasifik (Senior Military Representative-Indo Pacific/SMR-IP) sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kemitraan strategis dengan negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik.
Kanada kemudian menunjuk Letnan Jenderal D.A. Macaulay, perwira tinggi bintang tiga yang telah memiliki pengalaman hampir 36 tahun di militer Kanada, sebagai pejabat pertama yang menduduki posisi SMR-IP.
Dalam kunjungannya ke Jakarta, Macaulay menjelaskan setidaknya terdapat tiga tugas utama yang dijalankannya sebagai perwakilan Kepala Staf Pertahanan Kanada. Pertama yakni memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra.
Baca Juga: Hadapi Perang Modern, 228 Perwira TNI AD Digembleng Soal Siber dan Informasi
Menurut Macaulay, keberadaan Perwakilan Militer Senior di kawasan memungkinkan Kanada untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan yang telah dibangun sebelumnya. Dalam konteks Indonesia, upaya tersebut salah satunya direalisasikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Pertahanan Kanada Jenderal Jennie Carignan di Mabes TNI, 25 Agustus 2025.

“Kami juga ingin mendengar apa yang mereka harapkan dari kami sebagai mitra dan bentuk kerja sama seperti apa yang mereka butuhkan,” jelas Macaulay saat bertemu dengan sejumlah media dalam acara roundtable di Jakarta, Rabu (23/9).
Tugas kedua adalah memastikan apa yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Kanada di kawasan selaras dengan prioritas pemerintah Kanada. Dengan demikian, SMR-IP membantu memastikan Kanada memenuhi komitmenya kepada negara-negara mitra, memahami kepentingan mereka, sekaligus belajar dari pengalaman dan keahlian yang dimiliki masing-masing negara.
Baca Juga: KSAL Terima Kunjungan Irjen AL Prancis, Bahas Kerja Sama Pertahanan
Tugas ketiga adalah mendukung para negara mitra ketika mereka membutuhkan. Untuk itu, Macaulay menegaskan bahwa hubungan yang baik perlu terus dibangun untuk membuka ruang bagi Kanada dan para mitranya saling membantu ketika menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan.
“Jadi, itulah hal-hal yang ingin dicapai Kanada melalui posisi ini. Kami ingin membangun kemitraan yang lebih kuat dengan para mitra kami di kawasan. Kami ingin melakukannya melalui kerja sama,” pungkas Macaulay.

Kanada Hadir secara Konsisten dan Berkelanjutan
Penempatan SMR-IP tidak serta-merta berarti Kanada akan menambah kekuatan militernya di kawasan. Macaulay menjelaskan, posisi tersebut dibentuk untuk memastikan keterlibatan Kanada di Indo-Pasifik dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan harapan negara-negara mitra.
Baca Juga: Ini Tahapan Keterlibatan PT PAL dalam Pembangunan Kapal Selam Scorpene
Menurutnya, keberadaan SMR-IP di kawasan memungkinkan Kanada memperoleh perspektif yang lebih utuh mengenai dinamika regional. Perspektif tersebut kemudian menjadi masukan bagi Kepala Staf Pertahanan Kanada. “Salah satu bagian dari peran saya adalah memberikan masukan kepada Kepala Staf Pertahanan untuk memastikan bahwa apa yang kami lakukan benar-benar mendukung tujuan Kanada di kawasan,” ujar Macaulay.
Adapun mengenai deterrence (daya tangkal), Macaulay menyebutnya sebagai persoalan yang terpisah. Ia menekankan bahwa kredibilitas Kanada tidak hanya diukur dari besarnya kekuatan yang dikerahkan, melainkan dari kemampuan untuk menjadi mitra yang dapat diandalkan serta hadir secara konsisten dan berkelanjutan di kawasan.
“Kredibilitas tidak ditentukan oleh ukuran. Kredibilitas sebenarnya ditentukan oleh keandalan. Kredibilitas ditentukan oleh kepercayaan. Kredibilitas ditentukan oleh kenyataan bahwa Anda hadir secara konsisten dan terus-menerus,” tegas Macaulay.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































