HANKAM

Kadispenal: Menanda Putra Duta Lulusan Tionghoa Pertama di AAL, Peraih Adhi Makayasa

Letda Laut (P) Menanda Putra Duta.
Letda Laut (P) Menanda Putra Duta. (Dok. Instagram @mndaptrd)

Jakarta, IDM – Akademi Angkatan Laut (AAL) berhasil meluluskan seorang perwira remaja pertama keturunan Tionghoa, yakni Letda Laut (P) Menanda Putra Duta.

Hal itu terungkap dalam unggahan akun Instagram @youngbuddhistassociation, pada Rabu (30/7) yang menyatakan Menanda merupakan pemuda keturunan Tionghoa dan beragama Buddha yang lulus dari AAL dengan prestasi mengagumkan.

"Menanda Putra Duta membuktikan anak muda Tionghoa dan beragama Buddha juga bisa berdiri di garis depan dalam membela negara," tulis keterangan unggahan akun tersebut.

Baca Juga: TNI Terlibat dalam Operasi Penertiban Pertambangan Tanpa Izin

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul membenarkan Menanda Putra Duta merupakan lulusan AAL keturunan Tionghoa pertama yang menjadi perwira remaja angkatan laut.

"Iya, benar. Untuk di AAL, baru pertama kali ada lulusan dari keturunan Tionghoa, yakni Menanda Putra Duta ini," ungkap Tunggul, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (31/7).

Tak hanya itu, Tunggul mengungkapkan Menanda Putra Duta juga berhasil lulus dari AAL angkatan ke-70 tahun 2025 dengan meraih bintang Adhi Makayasa, yang merupakan penghargaan tahunan bagi lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Polri.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memimpin wisuda terhadap 433 taruna AAL yang terdiri dari 192 orang angkatan ke-70 dan 241 orang angkatan ke-71 resmi, Surabaya, Kamis (10/7).

Baca Juga: PT PAL dan Naval Group Bangun Kapal Selam Scorpene Evolve di Dalam Negeri

Dari hasil pendidikan, bintang Adhi Makayasa diberikan kepada lulusan terbaik taruna AAL Angkatan ke-70, yaitu Sermatar (P) Menanda Putra Duta, dan lulusan terbaik AAL angkatan ke-71 Sermatar (T) Aryya Handaru. Sedangkan penerima penghargaan Adhi Pratama Karya ialah Sermatar (P) Muhammad Miftahul Abrar Aldriyashan Mappanganro.

Rincian ratusan taruna AAL yang dinyatakan lulus tersebut, angkatan ke-70 terdiri dari 65 orang Korps Pelaut, 32 orang Korps Teknik, 25 orang Korps Elektronika, 21 orang Korps Suplai, dan 49 orang Korps Marinir.

Sementara taruna angkatan ke-71, terdiri dari 77 orang Korps Pelaut, 44 orang Korps Teknik, 35 orang Korps Elektronika, 28 orang Korps Suplai, dan 57 orang Korps Marinir. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.