Kadispenal Bicara Mengenai Peperangan Informasi di Universitas Nasional

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, berbicara mengenai peperangan informasi di hadapan 150 peserta seminar "Strategi Komunikasi TNI AL Dalam Membina Hubungan Masyarakat Melalui Media", di Universitas Nasional, Jakarta, Kamis (28/7).
Dalam paparannya, Julius menjelaskan peperangan informasi adalah suatu tindakan secara langsung atau tidak, baik pada masa damai maupun masa krisis (perang) yang menyentuh pada bidang sosial, ekonomi, industri dan sistem informasi elektronik militer.
“Perang informasi dilakukan untuk memanipulasi, meniadakan, mengacaukan atau menghancurkan informasi dan sistem informasi lawan,” ungkap Julius, dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (29/7).
Perang informasi, lanjut Julius, juga dapat dikatakan sebagai perang media atau opini yang menjurus pada propaganda atau pshycology warfare.
“Walaupun propaganda itu bagian dari peperangan informasi,” ujar Julius.
Dalam seminar nasional yang juga diikuti 200 peserta melalui video conference, Julius juga menjelaskan tujuan perang informasi untuk mendapatkan keuntungan bidang informasi atas lawan serta untuk mempengaruhi perilaku, menangkal atau mengakhiri konflik.
“Perang informasi untuk memenangkan perang dengan cepat dengan pengeluaran modal, sumber daya dan personel yang minimum serta korban yang minimum dari kedua belah pihak,” tuturnya.
Julius menyampaikan pula lima tahapan dalam perang informasi, menurut Megan Burns (Carnegie Mellon University), yakni dari pengumpulan, pengiriman, perlindungan, manipulasi dan penggangguan, pelemahan, dan penolakan informasi.
“Termasuk memalsukan informasi sehingga sistem musuh memilih keputusan yang salah, dan juga memblokade arus informasi” ungkapnya. (at)
Hankam

TNI AL Sikat Penyelundupan Rp26 Miliar: 36 Ton Konsentrat Emas dan Kayu Ilegal Digagalkan
TNI Angkatan Laut mengamankan 36 ton konsentrat emas tanpa dokumen sah dan 23 kontainer kayu merbau ilegal dengan total nilai barang bukti mencapai Rp26,4 miliar dalam operasi di Jawa Timur.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































