HANKAM

Kadispenad Sebut Kehadiran Yon TP Berikan Dampak Peningkatan Ekonomi Lokal

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan sambutan dalam acara silaturahmi bersama awak media di Jakarta Pusat, Jumat (29/5). (IDM/Nurhidayat Nasution)

Jakarta, IDM – Kehadiran Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) dinilai berdampak pada peningkatan beberapa aspek seperti penguatan ekonomi, kesehatan, pembangunan daerah, keamanan hingga sosial.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, dalam acara silaturahmi bersama awak media di Jakarta Pusat, Jumat (29/5).

Menurutnya, kehadiran satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di suatu daerah bukanlah menjadi beban ekonomi, tetapi justru menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga: Prajurit Marinir di Pos Pasir Putih Papua Sigap Obati Warga yang Terluka

Ia mencontohkan, saat dirinya menjadi Komandan Distrik Militer (Dandim) di daerah Banten yang terbilang cukup terpencil. Saat itu kondisinya sangat sepi hingga perekonomian di sekitarnya tidak berjalan dengan optimal.

“Tapi dengan keberadaan batalion di sana, sekarang ramai sekali. Warung buka, tukang jahit, toko ritel modern buka. Sehingga masyarakat sekitarnya menjadi sejahtera,” ungkap Donny.

Donny menambahkan, sebelum adanya batalion tersebut, harga tanah tergolong cukup rendah. Namun sejak dibangunnya batalion, harga tanah berangsur naik.

“Tapi sekarang sangat tinggi sekali (harga tanah),” ujar Donny.

Peran Yon TP menjadi motor penggerak ekonomi lokal juga ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menyebut, para prajurit Yon TP tidak hanya dibekali dengan kemampuan tempur, tetapi juga harus meningkatkan intensitas melayani masyarakat.

Baca Juga: Letjen Kunto Sambangi Pasmar 2, Kenang Kedekatan dengan Marinir Sejak Kecil

Kehadiran Yon TP, jelas Menhan Sjafrie, harus memberikan dampak positif kepada masyarakat terutama dalam sisi ekonomi, keamanan, dan kesehatan.

Dari aspek ekonomi, Sjafrie mencontohkan, jika satu batalion yang berisi 1.000 prajurit membelanjakan 1 juta rupiah per bulan di wilayah Yon TP, maka akan beredar sedikitnya Rp 1 juta setiap bulan di desa dan kecamatan setempat.

“Banyak muncul kafe dan warung-warung baru. Artinya UMKM meningkat,” kata Menhan Sjafrie saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta pada Selasa (19/5) lalu.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.