Kadispenad: Museum A.H Nasution Dipugar, Ada Kafe dan Diaroma dengan Story Line

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhanana mengatakan Museum A.H Nasution dipugar dengan menambahkan beberapa fasilitas kekinian.
Pemugaran ini pun telah selesai ditandai dengan peresmian oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Jakarta, Jumat (13/12).
Baca Juga: Diresmikan KSAD, Rumah Singgah RSPAD Bisa Digunakan Prajurit dan Warga Sipil
"Museum A.H kembali direnovasi dengan penambahan adanya ruangan Diorama dengan story line yang mengisahkan peristiwa G30S/PKI, dibuatkan juga Patung Jenderal A.H Nasution di halaman depan, dan relief di sepanjang sisi kanan dan kiri Museum," kata Wahyu kepada Indonesia Defense Megazine, Minggu, (15/12).
Selain itu, lanjut Wahyu renovasi juga ditambahkan bangunan lain yaitu fasilitas kafe untuk para pengunjung museum serta renovasi bangunan Mushola.
Baca Juga: Pesawat Hercules TNI AU Angkut Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
"Ini menujukan TNI Angkatan Darat (TNI AD) memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga dan merawat museum serta tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa," kata Wahyu.
Museum A.H Nasution diresmikan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhonono (SBY) pada 3 Desember 2008. Museum A.H Nasution sebelumnya merupakan kediaman pribadi Jenderal A.H Nasution yang kemudian direnovasi menjadi Museum. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































