Kadispenad Bantah Ada Kultur Kekerasan di TNI AD

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membantah adanya kultur kekerasan di dalam tubuh TNI AD.
Hal ini dikatakannya menjawab beberapa kejadian yang dilakukan oknum prajurit yang viral akhir-akhir ini.
Baca Juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi ke-15 EAHC, Bahas Harmonisasi Peta Navigasi Elektronik
"Kekerasan bukan bagian dari kultur TNI. Latihan pembinaan harus dengan keras, tetapi bukan dengan kerasan. Keras itu artinya apa? Kalau dia harus melaksanakan suatu latihan pembinaan, baik itu fisik, taktis, maupun teknis," kata Wahyu di Jakarta, Jumat (19/9).
Ia menjelaskan latihan keras yang dimaksud melalui berbagai tahapannya.
"Ini yang dilaksanakan, berikutnya tahapannya ini, itu semua harus dilaksanakan. Itu namanya latihan dengan keras. Tetapi tidak ada kita mentolerir kerasan," kata Wahyu.
Baca Juga: Pangkoopsudnas Ungkap Spektrum Ancaman Terbaru: Siber hingga Peperangan Kekuatan Udara
Lebih lanjut ia menegaskan arahan dari Pimpinan Angkatan Darat jelas jika ada oknum yang bermasalah, diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Karena TNI Angkatan Darat tidak pernah melindungi ataupun tidak akan pernah menutupi suatu tindakan dari prajurit yang melawan hukum, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. kegiatan kegiatan ilegal dan sejenis. Itu jelas," kata Wahyu. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































