HANKAM

Kadisopslatal Wanti-wanti: Operasi TNI AL di Laut Jangan Sampai Salah Prosedur!

Laksamana Pertama Hariyo Poernomo
Kepala Dinas Operasi Angkatan Laut (Kadisopslatal) Laksamana Pertama Hariyo Poernomo membuka rapat kerja teknis operasi dan latihan 2026 di Mabesal, Cilangkap, Jumat (20/2). Ia mewanti-wanti jajarannya agar setiap tindakan operasi memiliki dasar hukum yang kuat. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Dinas Operasi dan Latihan Angkatan Laut (Disopslatal) mengumpulkan para perwira pelaksana operasi di Jakarta. Mereka menggelar rapat kerja teknis operasi dan latihan tahun anggaran 2026 untuk menyamakan visi dalam menjaga kedaulatan laut.

Kepala Disopslatal Laksamana Pertama Hariyo Poernomo membuka langsung kegiatan tersebut di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Jumat (20/2). Dalam arahannya, Hariyo mewanti-wanti seluruh unsur di lapangan agar tidak melakukan kesalahan prosedur saat bertugas.

Baca Juga: TNI AD akan Kirim Lagi Ratusan Prajurit ke Papua

Ia menegaskan, TNI AL sebagai garda terdepan wajib menyesuaikan kebijakan operasional dengan koridor hukum yang berlaku. Hal ini bertujuan memastikan setiap langkah operasi memiliki dasar legalitas yang kuat.

"Kita memerlukan penguatan pemahaman bagi seluruh personel. Tujuannya agar setiap tindakan penegakan hukum di laut oleh unsur TNI AL tidak menimbulkan kesalahan prosedural serta tetap memiliki legitimasi hukum," tegas Hariyo, dikutip dari laman TNI AL.

Ia menilai, kepatuhan terhadap hukum akan memberikan dampak positif. Operasi yang legal tidak hanya efektif secara taktis, tetapi juga mampu membangun legitimasi dan kepercayaan publik terhadap institusi TNI AL.

Baca Juga: Yonarhanud 1 Kostrad dan Warga di Perbatasan Perbaiki Saluran Air Bersih

Forum ini juga menjadi ajang bagi Disopslatal untuk menyamakan pola pikir dan pola tindak seluruh prajurit. Langkah ini penting untuk meningkatkan kesiapan unsur dan profesionalisme prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Rapat kerja teknis operasi kali ini mengusung tema “Sinkronisasi cara bertindak guna mengoptimalkan pelaksanaan operasi dan latihan dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut”. Kegiatan strategis ini menindaklanjuti rangkaian kebijakan pimpinan mulai dari rapat pimpinan TNI, rapat pimpinan TNI AL, hingga rapat koordinasi operasi TNI AL yang telah berlangsung sebelumnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.