HANKAM

Kadislitbangad Kunjungi 13 Prajurit Perwakilan Dislitbangad

Kadislitbangad Kunjungi 13 Prajurit Perwakilan Dislitbangad
Photo: Dok. Dispenad

Jakarta, IDM - Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., didampingi Kolonel Inf Slamet Riyanto., S.Ag., M.M., selaku Pa Ahli Matut dan Kolonel Inf Fifin Zuldi selaku Kepala Laboratorium Dislitbangad, melaksanakan kunjungan kerja ke perwakilan Dislitbangad di Ambal Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (3/6/2021).

Kadislitbangad mengecek dan bertatap muka secara langsung dengan 13 prajurit Dislitbangad yang merupakan perwakilan Dislitbangad untuk melayani bidang uji coba alat peralatan pertahanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dislitbangad yaitu menyelenggarakan kegiatan yang berkenaan dengan pengujian, percobaan, rekayasa, pengembangan alutsista yang terdiri dari senjata dan optik, munisi dan bahan peledak, kendaraan dan alat angkut, alkom dan sisdaljat serta alutsista lain, perlengkapan perorangan, perlengkapan satuan dan perlengkapan khusus (Kapsus) serta bekal makanan, bahan pelumas dan perlengkapan militer lain yang pembinaannya masuk dalam kategori material sesuai kebutuhan dalam rangka mendukung peningkatan kualitas dan kesiapan material satuan-satuan Angkatan Darat.

“Sesuai dengan perintah Bapak KSAD untuk Ambal Kebumen tidak ada lagi latihan dengan menggunakan tembakan maupun letusan. Yang diperbolehkan saat ini dengan latihan drill taktis dan teknis sembari menunggu proses sertifikasi yang memang menjadi hak guna pakai untuk TNI AD. Dan kita mengikuti proses dan prosedur yang telah ditetapkan BPN dan pemerintah daerah dengan menunjukkan bukti yang sah kepemilikan tanah di Ambal Kebumen ini,” ucap Terry.

Kadislitbangad menekankan bahwa perwakilan Dislitbangad yang ada di Ambal berkewajiban menjaga tanah yang menjadi hak guna pakai bagi TNI AD untuk daerah latihan di Ambal kebumen.

“Juga jalin silaturahmi dengan masyarakat sekitar dengan berbaur dan bergaul dalam setiap kegiatan masyarakat, serta lakukan koordinasikan dengan Aparat Komando Kewilayahan setempat untuk bersama-sama melaksanakan pembinaan teritorial dengan tetap mempedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI dalam setiap pelaksanaanya,” ujarnya Terry.

Kadislitbangad memberikan solusi yang selama ini menjadi kesulitan dari perwakilannya dan memberikan bahan kontak di antaranya seperangkat Orbit Telkomsel untuk kepentingan berkomunikasi dengan Dislitbangad di Jakarta maupun Laboratorium Dislitbangad di Bandung.

“Mudahan-mudahan dengan perangkat Orbit ini dapat membantu berkomunikasi melalui video conference maupun menggunakan Zoom sehingga sangat efektif tidak harus bolak-balik Ambal Kebumen maupun Jakarta,” harap Kadislitbangad. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.