HANKAM

Kadiskumau Tegaskan Fungsi Hukum Humaniter, Kurangi Penderitaan Korban Konflik

Kadiskumau Marsma TNI Evi Zuraida
Kadiskumau Marsma TNI Evi Zuraida saat membuka acara ‘Sosialisasi Diseminasi Hukum Humaniter Internasional, Hak Asasi Manusia dan Aturan Pelibatan _Rules of Engagement (ROE)’. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - Dinas Hukum Angkatan Udara (Diskumau) menggelar acara ‘Sosialisasi Diseminasi Hukum Humaniter Internasional, Hak Asasi Manusia dan Aturan Pelibatan Rules of Engagement (ROE)’ di Jakarta, Senin (6/11).

Acara yang dibuka langsung oleh Kadiskumau Marsma TNI Evi Zuraida ini terselenggara atas kerja sama Diskumau dengan International Committee of the Red Cross (ICRC). Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai 6 hingga 8 November 2023.

Baca Juga: Jelang Tahun Politik, Jenderal TNI Dudung Abdurachman Pesan TNI AD Harus Bersikap Netral

Melalui kegiatan ini para personel TNI Angkatan Udara diharapkan mendapat bekal pengetahuan terkait hukum humaniter internasional sehingga menjadi pedoman dalam mengambil setiap tindakan dan keputusan saat berada di lapangan dalam koridor hukum yang berlaku.

Sosialisasi Diseminasi Hukum Humaniter
Acara ‘Sosialisasi Diseminasi Hukum Humaniter Internasional, Hak Asasi Manusia dan Aturan Pelibatan _Rules of Engagement (ROE)’ yang digelar Diskumau. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dalam sambutannya, Kadiskumau mengatakan hukum humaniter merupakan seperangkat aturan yang dibuat dengan alasan kemanusiaan dengan tujuan untuk mengurangi penderitaan individu yang terlibat konflik.

"Hukum humaniter Internasional adalah seperangkat aturan, karena alasan kemanusiaan dibuat untuk membatasi akibat-akibat dari pertikaian senjata," ujarnya dilansir dari keterangan TNI AU, Selasa (7/11).

Baca Juga: Koopssus TNI Bebaskan 2 Peneliti WNA yang Disandera Kelompok Teroris

Sejumlah narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, baik dari ICRC maupun Diskumau. Tiga narasumber yang berasal dari ICRC adalah Christian Donny Putranto dengan materi ‘Hukum Humaniter Internasional’; Brigjen (Purn) Dr. Tiarsen Buaton yang memaparkan materi ‘Alat dan Cara Bertempur; dan Materi "Peran dan Fungsi ICRC yang disampaikan oleh Dinihari Puspita.

Selanjutnya, Kolonel Kum Agus Pramono, yang merupakan narasumber dari Diskumau, hadir dengan menjelaskan materi ‘Hukum Perang Udara’. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.