Kadet dari 20 Negara Akan Ikut Berlayar dengan KRI Bima Suci

Jakarta, IDM – Sebanyak 20 negara akan mengirimkan sejumlah kadet dari angkatan lautnya untuk ikut berlayar bersama KRI Bima Suci.
Hal itu diungkapkan dalam konferensi perencanaan akhir menjelang "Asean Plus Cadet Sail 2025" yang dipimpin Perwira Pembantu V Strategi Operasi dan Diplomasi Staf Operasi TNI AL, Kolonel Laut (P) Alfred Daniel Matthews, Jakarta, Selasa (1/7).
"Sebanyak 20 negara dari Asean dan non-Asean telah mengkonfirmasi untuk mengikuti program pelayaran Asean Plus Cadet Sail 2025," ungkap Alfred, dikutip dari laman TNI AL, Rabu (2/7).
Baca Juga: Sebanyak 41 Atlet Lulus Bintara TNI AD, Berpangkat Sersan Dua
Duapuluh negara tersebut adalah Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, Australia, Cina, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Pakistan, Rusia, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Nantinya, para kadet dari 20 negara itu berlayar menggunakan kapal layar latih Akademi Angkatan Laut (AAL) KRI Bima Suci dengan menempuh rute Jakarta–Padang–Penang (Malaysia).
"Asean Plus Cadet Sail 2025 akan diselenggarakan pada 4-17 Agustus," lanjut Alfred.
Baca Juga: Koopssus TNI Berangkat Ke Australia Ikut Latgabma Akbar Bersama Pasukan Khusus Negara Lain
Asean Plus Cadet Sail merupakan salah satu program unggulan yang diinisiasi TNI AL di kawasan Asean untuk membangun hubungan naval brotherhood pada level taruna (midshipmen). Kegiatan ini diselenggarakan sejak 2016 dengan format awal hanya mengundang partisipan dari negara-negara kawasan Asean.
Pada pertemuan para kepala staf angkatan laut Asean ke-17 di Manila, Filipina, Laksamana Muhammad Ali menyampaikan gagasan untuk mengembangkan pelayaran kadet Asean dengan turut mengundang kadet di luar kawasan Asean.
Usulan Ali tersebut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari para kepala staf angkatan laut Asean sehingga sejak 2024, nomenklatur kegiatan mengalami perubahan dari yang semula bernama Asean Cadet Sail menjadi Asean Plus Cadet Sail. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































