HANKAM

Kabar Terbaru Calon Kapal Induk Pertama RI, TNI AL Mulai Siapkan Awak

ITS Giuseppe Garibaldi
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi. (Foto: Dok. X @Defence_IDA)

Jakarta, IDM – Rencana Indonesia memiliki kapal induk pertamanya, Giuseppe Garibaldi, kian serius. TNI AL tidak hanya bernegosiasi dengan pihak Italia, tetapi juga mulai mengambil langkah konkret di dalam negeri.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, memberikan update terbaru terkait progres pengadaan alutsista strategis tersebut. Ia membenarkan, proses negosiasi antara pemerintah Indonesia dan negara asal kapal, Italia, masih terus berjalan.

"Terkait kapal induk Giuseppe Garibaldi saat ini masih dalam proses negosiasi antara Indonesia dengan negara asalnya Italia," ungkap Tunggul saat dikonfirmasi, Jumat (20/2).

Baca Juga: TNI AD Terima 43 Kendaraan Taktis dari Kemhan

Sudah Siapkan Personel

Meski kapal belum bersandar di Tanah Air, TNI AL tidak mau menunggu lama. Tunggul memastikan pihaknya telah bergerak menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki kapal berbobot 13 ribu ton tersebut.

"Terkait dengan awaknya, saat ini tengah dalam proses penyiapan," tegas jenderal bintang satu tersebut.

Namun, Tunggul belum bisa membeberkan detail lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis, integrasi drone, maupun calon komandan kapal tersebut. Ia meminta publik bersabar menunggu hingga seluruh kesepakatan rampung.

"Detail informasi terkait kapal induk, akan kami sampaikan setelah proses negosiasi selesai antara Indonesia dan Italia," pungkasnya.

Baca Juga: Canggih! Operasi TNI AL 2026 Bakal Berbasis Intelijen dan Teknologi Perang Modern

Target Tiba Sebelum HUT TNI

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menargetkan kapal induk ringan ini bisa bergabung dengan armada tempur RI dalam waktu dekat. Ia berharap Giuseppe Garibaldi sudah tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 mendatang.

"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," ujar Ali di Jakarta, Kamis (12/2).

Keseriusan ini juga terlihat dari langkah diplomasi militer. Delegasi TNI AL yang dipimpin Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksda Yayan Sofiyan baru-baru ini mengunjungi kapal induk Angkatan Laut Thailand, HTMS Chakri Naruebet. Kunjungan tersebut bertujuan untuk bertukar pikiran mengenai operasional kapal induk di kawasan ASEAN.

Baca Juga: Kodiklatad Bahas Latihan Drone dan Super Garuda Shield dengan Atase Darat Australia

Skema Hibah dan Retrofit

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI juga telah memastikan bahwa kedatangan Giuseppe Garibaldi menggunakan skema hibah antarpemerintah (G to G). Kepala Biro Humas Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait, menjelaskan anggaran yang telah disiapkan pemerintah akan dialihkan untuk biaya peremajaan (retrofit) kapal agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL.

"Anggaran yang terlanjur sudah disiapkan pemerintah Indonesia akan dialokasikan untuk kebutuhan retrofit dalam rangka penyesuaian kebutuhan operasi TNI dan TNI AL," jelas Rico, Rabu (18/2).

TNI AL memproyeksikan kapal induk ini bukan untuk invasi, melainkan sebagai instrumen diplomasi, misi kemanusiaan, serta potensi modifikasi menjadi kapal induk wahana udara nirawak (drone) mengikuti tren teknologi maritim global. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.