HANKAM

Kabar Baik! Marinir Buka Jalur Navigasi Aceh Tamiang, Nelayan Kini Bisa Melaut Normal

Prajurit Marinir
Prajurit Marinir tinjau pengerukan muara di Aceh Tamiang, Jumat (1/5) untuk buka kembali jalur nelayan. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Korps Marinir menggeber pemulihan urat nadi ekonomi pesisir di Aceh Tamiang. Melalui Satgas Kuala TNI Jhonlin, prajurit Marinir melakukan normalisasi sungai dan pengerukan muara pascabencana alam untuk memastikan jalur navigasi kembali berfungsi optimal.

Langkah strategis ini bertujuan mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memulihkan akses transportasi air. Kehadiran satgas menjadi solusi konkret untuk menekan risiko bencana lanjutan yang sempat mengancam keselamatan warga serta aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga: Pengarahan Dansat, Panglima Korpasgat Soroti Pentingnya Kesiapan Prajurit, Disiplin, dan Efisiensi Energi

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan operasional di lapangan melibatkan pengawasan ketat. Saat ini, satgas tengah melakukan inspeksi vital dan koordinasi teknis bersama tim armada kapal keruk CSD Leo 28 yang telah bersandar di lokasi pekerjaan.

"Komandan Satgas Kolonel (Mar) Firman Gunawan, memimpin langsung pengecekan armada untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional. Kehadiran kapal keruk ini menjadi penguat signifikan dalam mempercepat proses pengerukan muara agar fungsi vital kawasan pesisir segera kembali," ujar Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Jumat (1/5).

Rana menambahkan, pemeriksaan menyeluruh bertujuan menjamin kesiapan operasional tetap prima. Hal ini mencerminkan komitmen Korps Marinir dalam menerapkan standar kerja cepat, tepat, dan aman demi memberikan dampak nyata bagi penduduk.

Baca Juga: Panglima TNI Minta Dansat Sayangi Anggota dengan Beri Latihan Berat

Pekerjaan yang telah berlangsung sejak 15 Januari 2026 ini menghadapi tantangan kondisi alam yang dinamis. Fokus kegiatan terbagi pada dua titik krusial, yakni pengerukan sepanjang 5,1 km di kawasan Kuala Penaga serta 2,4 km di area lainnya.

Upaya masif tersebut menjadi jawaban atas keluhan para nelayan yang selama ini terhambat oleh pendangkalan muara. Dengan dukungan teknologi murni, Marinir bertekad mengembalikan fungsi jalur pelayaran agar kapal-kapal pencari ikan dapat beroperasi tanpa kendala, sehingga denyut ekonomi pesisir kembali bergairah. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.