HANKAM

Jupiter Aerobatic Team Siap Ramaikan HUT ke-65 RBAF dengan Beragam Atraksi Udara

JAT TNI AU
JAT TNI AU bertolak menuju Brunei Darussalam untuk tampil pada peringatan HUT ke-65 RBAF. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Jupiter Aerobatic Team (JAT) siap menyemarakkan peringatan HUT ke-65 Angkatan Bersenjata Brunei Darussalam (Royal Brunei Armed Force/RBAF) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 dengan menyuguhkan beragam atraksi udara.

Kehadiran tim aerobatik kebanggaan Indonesia dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) tersebut sekaligus menjadi simbol eratnya hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan di antara kedua negara.

Beberapa hari menjelang penampilannya di ‘Negeri Petro Dollar’, JAT bertolak dari Lanud Adisutijipto, Yogyakarta, Senin (26/5). Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Komandan Pusat Pendidikan (Danpusdik) Kodiklatau Marsma TNI Sapuan.

Baca Juga: TNI AL Uji Latihan Multiperan Helikopter-KRI sambil Patroli di Balikpapan

“Sebagai duta bangsa di udara, Jupiter Aerobatic Team tidak hanya membawa kemampuan dan profesionalisme para penerbang TNI AU, tetapi juga merepresentasikan semangat persahabatan antara Indonesia dan Brunei Darussalam,” jelas Sapuan.

JAT TNI AU
Pesawat KT-1B Woong Bee yang digunakan JAT untuk menampilkan beragam atraksi udara pada peringatan HUT ke-65 RBAF. (Foto: Dok. Dispenau)

The Jupiters, sebutan bagi para penerbang JAT, akan menempuh rute penerbangan secara bertahap melalui Lanud Muljono, Surabaya; Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru; Lanud Dhomber, Balikpapan; dan Lanud Anang Busra, Tarakan.

Pada penampilan akhir Mei 2026, JAT akan mengerahkan tujuh pesawat KT-1B Woong Bee di bawah pimpinan Mission Commander Kolonel Pnb Mochammad Yunus. Melansir siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Rabu (27/5), formasi penerbangan terdiri dari Letkol Pnb Ari Nugroho Widodo sebagai Jupiter 1 sekaligus Flight Leader, Mayor Pnb Agyd Hertantya sebagai Jupiter 2/Right Wing, dan Mayor Pnb I Gede Ngurah S.W. sebagai Jupiter 3/Left Wing.

Baca Juga: Kapuspen: Tak Ada Instruksi Khusus Panglima TNI untuk Operasi Berantas Begal, tapi Izinkan Jajaran Bantu Polri

Kemudian, Mayor Pnb I Putu Satrya Kedaton sebagai Jupiter 4/Slot, Letkol Pnb Pujo Setyo Anggoro sebagai Jupiter 5/Lead Synchro, Mayor Pnb Stefanus Adi P sebagai Jupiter 6/Synchro, serta Mayor Pnb Wira Satria D.H sebagai Jupiter 7/Narrator.

Keterlibatan JAT pada peringatan HUT ke-65 RBAF menambah rekam jejak penampilan mereka di ajang nternasional. Sebelumnya, The Jupiters telah beberapa kali tampil dalam acara bergengsi dunia, seperti Singapore Airshow (SAS) dan Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition (LIMA).

Di tingkat nasional, Jupiter Aerobatic Team juga kerap dilibatkan dalam sejumlah agenda penting, seperti peringatan HUT RI maupun HUT TNI. Penampilan mereka tidak hanya membangun kebanggaan nasional, tetapi juga menjadi salah satu cara TNI Angkatan Udara untuk lebih dekat dengan masyarakat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.