Jokowi Berharap 107 Perwira TNI AL Terdepan Hadapi Tantangan Zaman

Jakarta, IDM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melantik 107 Perwira Remaja TNI AL dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri tahun 2022 yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/7).
Upacara yang dipimpin komandan upacara Komandan Resimen Akademi Angkatan Laut (AAL) Kolonel Laut (P) Arya Delano, berlangsung secara khidmat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, para perwira yang dilantik merupakan insan muda yang terpilih, teruji, sigap dan terampil dalam menghadapi segala tantangan.
“Saya sangat paham untuk bisa dilantik pada hari ini, perjuangan saudara-saudara sangatlah berat dan panjang,” kata Jokowi.
Jokowi berharap, para perwira menjadi yang terdepan dalam menghadapi tantangan zaman, menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian, dan menghadapi krisis yang datang bertubi-tubi.
Upacara pelantikan remaja TNI-Polri itu turut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Istri tercinta, Vero Yudhoyono, serta sejumlah pejabat tinggi Mabesal lainnya, termasuk Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Denih Hendrata. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































