Jetex-Republik Manor Kerja Sama Perkuat Ekosistem Aviasi Privat Nasional

Jakarta, IDM – Perusahaan aviasi privat global, Jetex, resmi menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperluas kehadirannya di Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam strategi ekspansi Jetex di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan standar baru layanan penerbangan privat di Tanah Air.
Kerja sama ini dilakukan bersama Republik Manor, anak perusahaan Republikorp yang berpengalaman dalam pengembangan aset berkelanjutan, mulai dari hospitality, lifestyle, hingga infrastruktur aviasi.
Baca Juga: 45 Pati TNI AD Naik Pangkat, Ini Nama-namanya
Diharapkan, melalui kolaborasi ini, mampu menggabungkan keahlian global Jetex dengan pemahaman pasar lokal dan kapabilitas pengembangan infrastruktur yang dimiliki mitra Indonesia.
Jetex menilai, Indonesia merupakan salah satu pasar paling dinamis dengan pertumbuhan ekonomi kuat, mobilitas internasional tinggi. Penilaian tersebut menjadikan Indonesia dianggap menjadi destinasi strategis untuk investasi sektor aviasi.
Founder dan CEO Jetex, Adel Mardini, mengungkapkan bahwa Asia-Pasifik mencatat peningkatan signifikan jumlah armada jet bisnis dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2025, jelasnya, keberangkatan jet bisnis di kawasan ini naik 4,2% menjadi 130.716 keberangkatan.
Baca Juga: 511 Taruna Akmil Lulus Pendidikan, Pesan KSAD agar Tingkatkan Kompetensi dan Lahirkan Inovasi
“Untuk menjaga momentum tersebut, dibutuhkan fasilitas FBO baru dan modern. Kami dengan senang hati mengumumkan rencana kehadiran Jetex di Indonesia,” kata Adel dalam rilis yang diterima redaksi, Jumat (10/7).
Jetex dikenal secara global sebagai penyedia layanan penerbangan privat yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, privasi, dan sentuhan luxury hospitality. Karenanya, kehadiran Jetex di Indonesia akan dirancang khusus bagi tamu VIP.
Bagi Indonesia, kolaborasi ini bukan hanya meningkatkan layanan perjalanan premium, tetapi juga berpotensi mendorong pengembangan ekosistem aviasi privat yang lebih kompetitif.
Baca Juga: KSAU Tinjau Latihan “Brahmastra Perkasa”, Perkuat Kesiapan Operasi Udara
Inisiatif ini diharapkan membawa dampak positif berupa peningkatan standar layanan, transfer pengetahuan operasional, pengembangan sumber daya manusia, serta memperkuat daya tarik Indonesia bagi pelaku bisnis, investor, delegasi internasional, dan wisatawan bernilai tinggi.
Saat ini, Jetex telah mengoperasikan jaringan terminal privat di berbagai kota utama dunia, termasuk Paris, London, Madrid, Milan, Abu Dhabi, Marrakech, dan Singapura. Ekspansi ke Indonesia menjadi langkah terbaru perusahaan dalam memperluas jaringan internasionalnya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































