Jenderal TNI Maruli Terima Wing Kehormatan Penerbang TNI AD

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menerima Wing Kehormatan Penerbang TNI AD di pangkalan utama TNI AD, Semarang, Rabu (6/12).
Di hadapan Korps Penerbang TNI AD, Maruli mengingatkan agar para prajurit terus menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Pimpin Rapat Evaluasi, KSAU: Optimalkan Penyerapan Anggaran yang Diberi Negara untuk TNI AU
KSAD juga mengungkapkan rasa bangganya atas capaian dan eksistensi prajurit Penerbad yang selama ini dikenal sebagai kru pemberani, mahir, dan kemampuannya di medan operasi.
Maruli juga berpesan dalam melaksanakan tugas dengan satuan-satuan lainnya di jajaran TNI AD dapat bersama menyusun teori-teori baru guna menjawab setiap permasalahan di bidang penerbangan, yang ditemui di lapangan atau medan tugas.
Baca Juga: Pesan Panglima Koopsudnas dalam Exit Briefing: Jaga Selalu Kesiapan Tempur TNI AU
Terkait netralitas menjelang tahun Pemilu, Maruli berpesan Penekanan terkait Netralitas TNI dalam menghadapi Pemilu agar para prajurit membina keluarga dan lingkungannya dengan baik, serta senantiasa mensyukuri apa yang dimiliki dan dicapai selama ini. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































