Jenderal TNI AD Terima Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik

Jakarta, IDM – Jenderal TNI AD, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 3 Kostrad, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Bangun Nawoko menerima penganugerahan Brevet Kehormatan Kesehatan Penyelaman dan Hiperbarik dalam acara yang digelar oleh Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI di Gedung Hyperbarik Chamber Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) Jala Ammari, Makassar, Senin, (28/10).
Dilansir keterangan Penkostrad, Selasa, (29/10) Brevet Kehormatan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sumbangsih Pangdivif 3 Kostrad dan para penerima lainnya dalam mendukung kesehatan dan keselamatan penyelaman, serta kontribusi mereka dalam pengembangan terapi hiperbarik di lingkungan TNI.
Sebelum penganugerahan brevet, para peserta acara mendapatkan paparan mengenai mekanisme dan manfaat terapi hiperbarik, yang disampaikan oleh ahli dari bidang tersebut. Terapi ini memiliki peran penting dalam pemulihan kesehatan personel militer, terutama bagi mereka yang bertugas di medan yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat tekanan dan kedalaman laut.
Baca Juga: Perdana ke Mabes TNI, Menhan Sjafrie Bahas Reformasi Birokrasi Pertahanan
Penganugerahan brevet ini tidak hanya memperkuat hubungan antar matra TNI, tetapi juga menunjukkan komitmen Pangdivif 3 Kostrad dan pejabat lainnya dalam mendukung kesehatan dan keselamatan personel TNI di berbagai kondisi medan tugas. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































