Jenderal Bintang 2 TNI AD Sebut Pengedar Narkoba Adalah Pengkhianat Bangsa

Jakarta, IDM – Jenderal Bintang 2 yaitu Pangdam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Niko Fachrizal menyebut pengedar narkoba adalah penghianat bangsa.
Hal ini dikatakannya saat menghadiri konferensi pers kolaborasi pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan oleh jaringan sindikat narkotika internasional Thailand-Malaysia-Indonesia di wilayah perairan Aceh, yang digelar di BNN Provinsi Aceh beberapa waktu lalu.
"Pernyataan sikap ini merupakan bentuk komitmen TNI terhadap peredaran gelap narkotika yang terjadi di Indonesia," kata Niko seperti dikutip keterangan Pendam Iskandar Muda, Senin, (23/9).
Baca Juga: Jelang Latma Orruda, TNI AL Temui Panglima Armada Pasifik Rusia di Vladivostok
Lebih lanjut ia memastikan para aparat penegak hukum akan senantiasa melindungi bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman kejahatan narkotika, melalui penegakan hukum yang tegas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Cari temukan, tangkap, intai dan pastikan tangkap. Buktikan kita anti narkoba dengan menangkap sindikatnya," tegas Niko. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































