Jenderal Berpengalaman di Operasi Militer dan Intelijen Jabat Pangdam XIII/Merdeka

Jakarta, IDM – Eks Komandan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI, Mayjen TNI Suhardi resmi menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, menggantikan Mayjen TNI Candra Wijaya yang juga mengemban tugas baru sebagai Asisten Logistik Panglima TNI.
Penetapan Suhardi ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP/1545/XII/2024, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, yang ditandatangani oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Baca Juga: Jadi Barang Bukti, Senjata Rakitan dan Narkoba di Perbatasan Dimusnahkan
Usai dilantik Suhardi langsung datang ke bumi Nyiur Melambai untuk melaksanakan serangkaian kegiatan penyerahan pasukan. Kedatangannya disambut sejumlah unsur forkopimda provinsi Sulawesi Utara beserta seluruh pejabat utama dan pengurus persit jajaran Kodam XIII/Merdeka.
Dilansir dari keterangan Koopsus TNI, Kamis, (2/1) Suhardi memiliki latar belakang Infanteri dan Kopassus ini, dikenal sebagai perwira berpengalaman dalam bidang Operasi Militer dan Intelijen.
Baca Juga: Diikuti Ribuan Personel, Komandan Lanud Adi Soemarmo Pimpin Apel Khusus Awal Tahun 2025
Dengan kehadiran Mayjen TNI Suhardi dalam memimpin Kodam XIII/Merdeka yang diharapkan terus menjadi yang terbaik, menghadirkan inovasi, serta menjawab berbagai tantangan yang ada demi menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































