Jembatan Gantung Pancagiri Buatan Prajurit TNI AD Terbentang di Perbatasan

Jakarta, IDM - Bupati Kabupaten Malinau Wempi W Mawa SE, resmikan jembatan gantung Pancagiri yang dibangun Satgaspamtas Yonarmed 5 Pancagiri bersama Vertical Rescue Indonesia dan PT MA/BDMS di Desa Sengayan, Kecamatan Malinau Kabupaten Malinau, Senin (21/8) kemarin.
Dilansir keterangan Puspen TNI, Kamis, (24/8) Bupati Kabupaten Malinau menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan jembatan Gantung Pancagiri ini.
Baca Juga: Rencana Kerja Sama TNI AL dan Australia dari Latihan Bersama hingga Pertukaran Kadet
"Ini merupakan akses yang sangat penting bagi kita semua, Satgaspamtas bukan hanya menjaga perbatasan tetapi juga ikut bersama membangun Kab Malinau, ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan satgas pamtas termasuk diantaranya kegiatan Opera Katarak gratis, Pembersihan Bendungan Pembangkit listrik tenaga mikrohidro di punjungan. Kegiatan pembangunan jembatan merupakan apresiasi yang sangat baik yang menjadi kerinduan masyarakat sudah terwujud," kata Bupati.
Baca Juga: KSAL: Lanal Balikpapan Naik Kelas Jadi Kodamar, Dipimpin Jenderal Bintang Dua
Sementara itu, Dansatgas pamtas Yonarmed 5 Pancagiri letkol Arm Yan Octa Rombenanta mengatakan personel Satgas Pamtas bersama dengan Vertical Rescue Indonesia serta didukung PT MA/BDMS menyelesaikan pengerjan jembatan dalam waktu 15 Hari kerja dalam keadaan aman dan lancar. Panjang jembatan 170 meter dan lebar 120 cm. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































