Jembatan Ambruk di Pangandaran, KSAD Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permintaan maaf terkait kejadian putusnya tali sling di Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Ia memastikan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
Baca Juga: Asops KSAL Gembleng Prajurit TNI AL Kuasai Seni Diplomasi Maritim
"TNI Angkatan Darat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut, khususnya kepada masyarakat yang terdampak. Saya selaku Kepala Satgas jembatan yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," kata Maruli dikutip keterangan resminya Dispenad, Jumat (4/9).
Lebih lanjut Maruli memastikan timnya telah melakukan investigasi dan menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan.
Ia menjelaskan kegiatan investigasi dilakukan terhadap berbagai bagian konstruksi dan sistem pendukung jembatan. Tim menemukan sejumlah kondisi teknis, antara lain pengait block anchor yang mengalami patah, konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, serta perbedaan elevasi pada pylon.
Baca Juga: Matangkan Latihan Laut SGS 2026, TNI AL dan AS Kerahkan 4 Kapal Perang
"Selain itu, pada saat kejadian, jembatan menerima beban secara bersamaan dari sekitar 50 orang, yang berdasarkan hasil analisis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja struktur," kata Maruli.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































