Jelaskan Konsep Defensif Aktif, Menhan Minta Jajaran Kemhan-TNI Siapkan Perang Berlarut

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan konsep pertahanan defensif aktif dalam rapat pimpinan Kementerian Pertahanan-TNI di gedung Dewan Pertahanan Nasional (DPN), kompleks Kemhan RI, Jakarta Pusat, Senin (19/1).
Menhan Sjafrie mengatakan bahwa konsep defensif aktif menjadi arah dan kebijakan nasional di bidang pertahanan.
“(Defense aktif) mempunyai makna, kita tidak boleh berpikir secara ofensif, baik itu terhadap negara tetangga maupun negara di kawasan regional, dan tentunya juga di kawasan global,” ujar Sjafrie kepada jajaran Kemhan RI dan pimpinan tiga matra TNI.
Baca Juga: Grup 1 Angkut Tingkatkan Kesiapan Operasional lewat Latihan Survival Dasar Bima Sakti XVLI A
Adapun rapim dilaksanakan secara hybrid dengan para pimpinan dan pejabat tiga matra mengikuti rapat secara daring di markas masing-masing.
“Kita hanya melaksanakan pertahanan defensif aktif semata-mata untuk menjaga dan mengawal eksistensi dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Menhan RI melanjutkan.

(Foto: Dok. Puspen TNI)
Dalam mempertahankan kedaulatan negara, Sjafrie juga meminta jajaran Kemhan dan TNI tidak boleh membiarkan ancaman datang, baik itu secara fisik maupun psikologis.
“Oleh karena itu, kita sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan negara juga harus siap untuk melakukan berbagai langkah-langkah (preventif dan) preemtif, agar kita siap untuk perang berlarut di dalam mempertahankan kemerdekaan dan NKRI,” kata Sjafrie.
Baca Juga: Boeing 737-200 TNI AU Bantu Pemetaan hingga Penentuan Zona Prioritas Evakuasi ATR 42-500
Konsep pertahanan defensif aktif sebelumnya telah dibahas dalam forum konsultasi para ahli di Kemhan RI, Jakarta Pusat, 10 Desember 2025. Forum dipimpin Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan RI Mayjen TNI Agus Widodo.
Forum tersebut menghadirkan empat narasumber utama dari tiga matra, antara lain Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AD (Danseskoad) Mayjen TNI Agustinus Purboyo, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Danseskoau) Marsda TNI Jorry S. Koloay, Kepala Pusat Pengkajian Strategis Penelitian dan Pengembangan (Kapusjianstralitbang) TNI Marsda TNI Budhi Achmadi, dan serta Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Laksma TNI Salim yang mewakili Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Danseskoal).
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (Ditjen Strahan) Kemhan RI dalam penyusunan naskah strategi pertahanan defensif aktif. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































