Jelang Tahun Pemilu, Pangdam XVIII/Kasuari Ingin Prajuritnya Tidak Dipermainkan Oleh Siapapun

Jakarta, IDM - Jelang tahun politik, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah menekankan untuk prajuritnya agar tidak ikut-ikutan juga menegaskan bahwa tidak ingin prajurit Kodam XVIII/Kasuari dipermainkan oleh siapapun.
“Saya ingin kalian menjadi prajurit sesuai dengan sesanti kita, Patriot Pembela Rakyat. Tidak ada yang ikut-ikutan dalam Pemilu ataupun Pilkada, sadari dirimu dan itulah konsekuensinya menjadi Tentara Nasional Indonesia khususnya Angkatan Darat,” kata Pangdam dalam keterangan resminya diterima Selasa, (9/1/2024).
Ia pun mengharapkan prajurit tidak boleh terpancing, tidak terprovokasi, harus bisa menahan diri di tahun politik ini.
Baca Juga: Kontrak Aktif, Indonesia Resmi Akuisisi 42 Jet Tempur Rafale
“Kemampuan yang dimiliki bukan menjatuhkan orang, tetapi itu bukan digunakan untuk melawan situasi yang ada sekarang dan apabila ada yang mengajak untuk memancing dan lain sebagainya sampaikan itu bukan urusan saya karena rakyat bukanlah tandingan, tetapi musuh kita adalah yang ingin merusak mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah tugas kita,” katanya.

Kepada para prajurit iapun meminta untuk tidak apatis dengan situasi saat ini, karena sebagai prajurit juga harus mengetahui sedang apa Indonesia saat ini khususnya di wilayah tugas.
“Buatlah inovasi yang memang untuk kepentingan kebaikan dan keunggulan kita semua. Saya ingatkan kepada kita semua jangan sampai masuk kepada jaringan yang menjual barang-barang ilegal. Menghadapi situasi saat ini kita tidak boleh meninggalkan masyarakat namun kita harus tetap membantu masyarakat, kegiatan teritorial tetap dilaksanakan dalam rangka mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat," katanya.
"Saya ingin kalian loyal dan kompak karena Panglima TNI, KSAD sudah menekankan hal tersebut bahwa TNI itu Prima (Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif), intinya diharapkan kalian jago di bidang dan ditugas masing-masing. Jadi jangan mau kita dipecah-pecah dan diadu domba. Saya yakin kalian mempunyai militansi yang tinggi walaupun kalian bertugas dengan berbagai macam perbedaan, kalian harus loyal dan kompak karena tugas kita ini adalah tugas yang mulia,” tambahnya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































