HANKAM

Jelang Tahap Laut MNEK 2025, 19 Kapal Perang Negara Ikuti Perencanaan Taktis

MNEK 2025
Puluhan delegasi peserta MNEK 2025 mengikuti tactical floor game jelang sea phase, Bali, Kamis (20/2). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Puluhan delegasi negara peserta latihan bersama Multilateral Naval Exercise (MNEK) 2025 beserta para pengawak 19 kapal perang mengikuti perencanaan taktis (tactical floor game), Bali, Kamis (20/2).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, menjelaskan tactical floor game merupakan taktik militer yang biasa diterapkan untuk dapat berkoordinasi terkait peran dari setiap pihak selama masa latihan atau manuver lapangan.

"Strategi para pengawak kapal perang dalam menyusun formasi kapal perang akan ditentukan pada tahapan ini," jelas Wira dalam keterangannya, dikutip Jumat (21/2).

Baca Juga: Prajurit Singapura Perang Hutan 12 Hari di Kaki Gunung Merbabu

Adapun tactical floor game yang dipimpin Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksamana Pertama Amrin Rosihan ini dipersiapkan menjelang latihan tahap laut (sea phase) pada MNEK 2025.

"Para pengawak saling membentuk susunan formasi kapal perang di laut hingga puncak latihannya akan diambil foto dari udara (photoex) sebelum seluruh kapal meninggalkan perairan Indonesia," lanjut Wira.

Adapun dalam MNEK 2025, sebanyak 38 berpartisipasi dalam latihan non-tempur ini, terdiri dari Indonesia sebagai tuan rumah; Amerika Serikat; Australia; Inggris; Kanada; Prancis; Jerman; Rusia; Cina; Jepang; Korea Selatan; India; Malaysia; Singapura; Thailand; Filipina; Vietnam; Brunei Darussalam; Pakistan; Bangladesh; Uni Emirat Arab; Arab Saudi; Afrika Selatan; Brazil; Turki; Italia; Belanda; Spanyol; Portugal; Yunani; Argentina; Meksiko; Selandia Baru; Sri Lanka; Myanmar; Kamboja; Timor Leste; dan Papua Nugini.

Baca Juga: TNI Kirim 467 Personel untuk Misi Perdamaian di Lebanon

Dari ke-38 negara, hanya 19 negara (termasuk Indonesia) yang melibatkan kapal perang, terdapat 7 helikopter, dan 3 pesawat patroli maritim.

Sementara TNI AL mengerahkan 17 kapal perang (KRI) yang telah bersatu dalam latihan untuk saling berdiskusi hingga bekerja sama pada bidang penanggulangan bencana yang terjadi di berbagai belahan dunia. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.