Jelang Pilpres 2024, KSAD: Pegang Teguh Netralitas

Jakarta, IDM - Jelang Pilpres 2024, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan jajarannya untuk berpegang teguh pada netralitas.
“Yang jelas saya sudah sampaikan kepada seluruh jajaran persiapan dalam rangka Pemilu 2024 kepada Kodam, Kodim, Koramil bahwa pegang teguh netralitas,” ucap Dudung usai acara peluncuran aplikasi e-stuntad dan e-posyandu di Mabesad, Jakarta, Selasa (5/9).
Baca Juga: Tekan Angka Stunting, TNI AD Luncurkan e-stuntad dan e-posyandu
Dudung mengimbau agar seluruh anggota TNI AD untuk tidak memihak kepada salah satu calon presiden atau wakil presiden. Namun, dirinya juga mempersilakan kepada purnawirawan jika ingin mendukung capres ataupun cawapres yang akan mengikuti kontestasi Pilpres 2024.
“Saya lihat ada purnawirawan yang dukung-mendukung silakan. Itu secara pribadi. Tapi jangan coba-coba mengganggu prajurit aktif untuk memengaruhi, sehingga mendukung salah satu calon,” pesan Dudung.
Baca Juga: Singapura Berbagi Ilmu Pertolongan Korban Perang kepada Marinir TNI AL dan AD Jepang
Untuk itu, sekali lagi dirinya menegaskan jika TNI AD harus tetap netral dan bersiap untuk mengamankan jalannya Pemilu 2024.
“Saya tegak lurus loyalitas saya kepada Panglima TNI, kepada Presiden. netral harus kita. Tidak ada mendukung salah satu calon ya. TNI AD sudah siap untuk mengamankan Pemilu 2024 dan siap untuk mengantisipasi,” tegas Dudung. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































