Jelang Lattap Intelpur, Prajurit Yonif 1 Marinir Perdalam Materi Intelijen

Jakarta, IDM - Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 1 Marinir memperdalam materi intelijen jelang latihan pemantapan (lattap) intelijen pertempuran di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (7/8).
Komandan Kompi Aligator Yonif 1 Marinir Kapten (Mar) Novie Hariyanto, menyampaikan latihan pemantapan intelijen pertempuran bertujuan mengembangkan potensi dalam tiap prajurit pada bidang intelijen.
Baca Juga: Aksi TNI Gadungan Gelapkan 25 Mobil dan Tipu 15 Orang
"Berbagai macam materi di antaranya penggalangan masyarakat sipil, mekanisme pengamanan masing-masing sektor, dan mengolah cara berpikir prajurit," ujarnya dikutip dari keterangan Dispen Kormar.

Komandan Batalyon Infanteri 1 Marinir Letkol (Mar) Roni Saputra, menyampaikan kepada prajurit yang akan mengikuti latihan pemantapan intelijen agar melaksanakan persiapan dengan serius.
Baca Juga: Puspenerbal Siapkan Tiga Helikopter Panther untuk Demo Udara HUT RI ke-78
"Pahami materi yang disampaikan, karena akan sangat berguna pada saat pelaksanaan latihan pemantapan," kata Roni. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































