HANKAM

Jelang Latihan Bersama Amerika, Taifib Marinir Uji Kemampuan Terjun Bebas

Taifib Pasmar 3
Para prajurit Taifib Pasmar 3 berlatih terjun free fall, di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (1/5). (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Prajurit Intai Amfibi (Taifib) Pasmar 3 berlatih terjun bebas (free fall) menjelang latihan bersama dengan Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) dalam "Reconnaissance Exercise" (Reconex) 2025.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hady, mengungkapkan latihan free fall tersebut diikuti 20 peterjun dari Taifib Pasmar 3, yang berlangsung selama 30 April-2 Mei 2025 di Sorong, Papua Barat Daya.

Selama tiga hari latihan, para prajurit Taifib Pasmar 3 menjalani materi terjun free fall yang meliputi teknik exit, pelayangan, mengemudi, mengatasi keadaan darurat hingga pelipatan parasut.

Baca Juga: TNI AD Bagikan 1.000 Pasang Sepatu untuk Anak Sekolah di Jawa Tengah

"Latihan dilakukan dari ketinggian 10.000 kaki untuk meningkatkan kemampuan teknis maupun taktis manuver dalam rangka persiapan menjelang latihan bersama Reconex 2025 dengan USMC," ungkap Wira dalam keterangannya, dikutip Sabtu (3/5).

Taifib Pasmar 3
(Foto: Dok. TNI AL)

Latihan free fall diawali ground training di Bandar Udara DEO Sorong, sebagai persiapan dan sarana penyegaram kemampuan serta keterampilan para peterjun dalam aspek udara, meliputi gerakan pemanasan, dan penyampaian materi oleh Lettu (Mar) Ibrahim tentang teknis penerjunan.

Peterjun dibagi dua sorties. Sorties pertama terdiri dari 20 peterjun yang melakukan free fall, sedangkan sorties kedua diikuti 10 prajurit lainnya, melaksanakan terjun tempur statik menggunakan helm, ransel, body vest, dan senjata dengan membawa parasut warna-warni yang bergerak membentuk formasi "Canopi Relative Work" (CRW), ular-ularan, bendera raksasa Korps Marinir, dan Taifib Pasmar 3.

Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan Terbang dan Kerja, TNI AU-RAAF Gelar Diskusi Regulasi Aerodrome

Selama latihan berlangsung, para peterjun turun di atas langit Kota Sorong, menggunakan pesawat Casa NC 212-200 Aviocar U-6206 yang diawaki Kapten Laut (P) Omega Torangga dan kopilot Kapten Laut (P) Ahmad Seto.

Pesawat tersebut merupakan unsur udara dari Skuadron 600 Wing Udara 2 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk mendukung pelaksanaan latihan terjun free fall para prajurit Taifib Pasmar 3. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.