Jelang HUT Ke-73 Dispenad, Personel Penerangan Kostrad Ziarah Ke TMPN Kalibata

Jakarta, IDM - Jelang HUT ke-73 Penerangan TNI Angkatan Darat yang jatuh pada tanggal 13 Januari, personel Penerangan Kostrad (Penkostrad) yang dipimpin Kapen Kostrad Kolonel Inf Hendhi Yustian Danang Suta mengikuti kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Kristomei mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghargaan dan penghormatan, serta mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Dukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah, Lanud SMH Palembang Lakukan Penaburan Benih Ikan
Kegiatan yang diikuti oleh prajurit dan PNS jajaran Penerangan Angkatan Darat di wilayah Jakarta ini diawali dengan upacara ziarah, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di makam pahlawan nasional.
Sebagai puncak peringatan HUT ke-73 Penerangan TNI AD, rencananya Dispenad akan menggelar syukuran pada pertengahan bulan ini.
Lewat momentum ulang tahun ini, Kadispenad berharap agar Penerangan TNI AD dapat menjadi pengawal demokrasi, serta menyuarakan integritas dan netralitas. (nhn)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































