Jelang G20 Bali, KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 Latihan Pengamanan di Perairan Benoa

Jakarta, IDM - KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 sebagai Satuan Tugas (Satgas) Laut Pengamanan VVIP Forum G20 Presidensi di Bali melaksanakan latihan di perairan Benoa, Rabu (9/11).
Komandan KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 Letkol Laut (P) Anang Setioko, mengatakan latihan tersebut terdiri dari sailing pass bersama unsur KRI lainnya, photo exercise, dan helly deck party yang melibatkan helikopter TNI AL Bell 412EP HU-4025 sebagai simulasi evakuasi medis dari udara dan laut.
"Latihan bertujuan memantapkan pelaksanaan satgas pengamanan laut dalam rangka mendukung pengamanan VVIP Forum G20 Presidensi di Bali," jelasnya dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III.
Sebelumnya, Forum G20 di Bali adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan satu lembaga Uni Eropa yang memiliki kelas pendapatan menengah dari negara berkembang hingga tinggi dari negara maju.
Baca: KSAD: TNI AD Turunkan 6.552 Personel Amankan KTT G20
Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea Selatan, Rusia, Prancis, Cina, Turki, dan Uni Eropa. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































