HANKAM

Jejak Bakti Pusat Zeni Angkatan Darat dalam Menyatukan Nusantara

Batalion Zeni Tempur
Personel Batalion Zeni Tempur (Yonzipur) 16/Dhika Anoraga Kodam Iskandar Muda menyelesaikan pembangunan jembatan bailey di titik jalan menuju Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (IDM/Muhammad Hidayat)
Salah satu kecabangan TNI yang ada dalam matra Angkatan Darat, adalah Korps Zeni. Prajurit Zeni Angkatan Darat Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung operasi militer, pembangunan infrastruktur, serta penanggulangan bencana. Korps Zeni juga bertugas sebagai pasukan yang memperluas gerak kesatuan kawan dan mempersempit gerak lawan. Dengan keterampilan dan teknologi yang dimiliki, mereka tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai pendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Mari kenal lebih dekat dengan kiprah Pusat Zeni Angkatan Darat.

Jakarta, IDM – Hari masih pagi, kala redaksi Indonesia Defense Magazine menyambangi Markas Besar Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad). Tampak dari gapura, suasana asri langsung terasa, padahal markas ini berada di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

“Suasana ini tentu menggambarkan bagaimana prajurit Zeni Angkatan Darat harus menjaga citra rumahnya sendiri sebagai gambaran kemampuan menjaga NKRI,” kata Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Budi Hariswanto menyambut kedatangan redaksi awal Maret 2026.

Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad) Mayor Jenderal TNI Budi Hariswanto
Kepala Pusat Zeni TNI Angkatan Darat (Kapusziad) Mayor Jenderal TNI Budi Hariswanto di Kantor Pusat Zeni TNI Angkatan Darat, Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Budi menjelaskan bahwa Zeni TNI AD memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai Pembina Kecabangan Zeni sekaligus Badan Pelaksana Pusat terkait kezenian di TNI AD.

Hal ini tentunya menuntut karakteristik penugasan, di mana satuan ini lebih diprioritaskan untuk kondisi darurat atau situasi tertentu yang tidak bisa ditangani oleh instansi sipil. “Nah, berpatokan dari dua fungsi utama ini, prajurit Zeni TNI AD harus mampu hadir untuk negara dan masyarakat bukan sekadar memanggul senjata namun pengabdian dalam teritorial pembangunan,” kata Budi yang sudah menjabat Kapusziad sejak April 2024 ini.

Baca Juga: Brigade Infanteri Pengamanan Ibu Kota 1/Jaya Sakti Garda Terdepan Penjaga Keamanan Dan Kondusivitas Ibu Kota

Lebih lanjut, pria yang banyak berkarier di satuan intelijen ini mengatakan selain fungsi utama, prajurit Zeni TNI AD juga dituntut memiliki sembilan fungsi kemampuan yaitu Konstruksi, Destruksi, Rintangan, Lawan Rintangan, Penyebrangan, Air dan Listrik, Penyamaran, Penyelidikan Zeni dan Nubika.

Konstruksi berkaitan dengan pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan. Contohnya yaitu pembukaan jalan Trans Papua dan jalan perbatasan Kalimantan-Malaysia.

Personel gabungan
Personel gabungan dari Yonzipur 5/ABW dan Yonzipur 10/JP Kostrad bersiap sebelum diberangkatkan menuju wilayah Aceh untuk membantu proses penanganan daerah terdampak bencana banjir melalui bandara Abdulrachman Saleh, Malang. (IDM/Septo Kun Wijaya)

“Kalau jalan Trans Papua ini, kita mengerjakan untuk menghubungkan beberapa kota sehingga diharapkan nantinya akses jalan di Papua ini bisa ditempuh dengan mudah dari satu tempat ke tempat lain melalui akses darat. Karena selama ini lebih banyak melalui akses udara. Kemudian di Kalimantan, kita mengerjakan akses jalan dari Kalimantan Barat sampai Kalimantan Timur dilanjutkan ke Kalimantan Utara,” kata Budi.

Fungsi kemampuan selanjutnya yaitu Rintangan yang menghambat gerakan lawan (ranjau, beton, rintangan kayu) dan fungsi lawan rintangan yaitu membuka jalan bagi pasukan kawan yang terhambat rintangan lawan.

Baca Juga: Ton Taikam: Unit Intelijen Tempur Andalan

“Sementara itu, untuk fungsi Penyeberangan yaitu menyiapkan sarana menyeberangi sungai (jembatan taktis, ponton). Dan fungsi Air dan Listrik untuk penyediaan air bersih dan listrik di basis/daerah operasi. Fungsi ini berlaku untuk teritorial ke masyarakat maupun personal TNI,” kata Budi yang juga pernah menjabat sebagai Dosen Ahli Seskoad TNI.

Untuk fungsi Penyelidikan, tugasnya yaitu pengumpulan data teknis medan untuk kepentingan operasi. Dan fungsi Nubika adalah penanggulangan ancaman nuklir, biologi, dan kimia.

“Fungsi Nubika ini terkait dengan bagaimana satuan Zeni ini memiliki kemampuan untuk menangani apabila terjadi ancaman maupun serangan yang menggunakan unsur-unsur nuklir, biologi, maupun kimia. Di Zeni ini ada satu kompi tersendiri, yaitu Kompi Nubika, yang memang disiapkan khusus untuk menangani hal-hal tersebut,” tutup Budi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.