HANKAM

Jamin Keamanan Nelayan, Pangkalan Marinir Batam Kibarkan Bendera Merah Putih di Perbatasan Selat Malaka

HUT ke-79 RI
Kegiatan pengibaran bendera HUT ke-79 RI di Karang Singa, Bintan, Kamis (15/8). (Foto: Dok. Pasmar 1)

Jakarta, IDM – Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IV Mayor (Mar) Andi Arif Mangkubumi menggelar pengibaran bendera di wilayah perairan perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura, Kamis (15/4).

Pengibaran bendera itu dipimpin oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Laksamana Pertama Tjatur Soniarto di perairan Pulau Karang Singa, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI, pada 17 Agustus mendatang.

Baca Juga: Istri Prajurit yang Ditembak OPM Dapat Santunan, Ini Totalnya

Andi mengatakan, kegiatan pengibaran bendera yang juga melibatkan 50 nelayan di Pulau Karang Singa pada tahun ini sengaja dilaksanakan di wilayah perairan perbatasan Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

HUT ke-79 RI
(Foto: Dok. Pasmar 1)

"Tujuannya untuk menjamin keamanan bagi nelayan dan pekerja Indonesia bahwa Karang Singa masih masuk wilayah laut nusantara Indonesia," kata Andi, dikutip dari keterangan Pasmar 1.

Selain melibatkan puluhan nelayan di wilayah perairan Karang Singa, Bintan, kegiatan pengibaran bendera ini juga didukung oleh sejumlah unsur kapal yang meliputi Kapal Angkatan Laut (KAL) Anakonda, KAL Mapur hingga kapal patroli keamanan laut (Patkamla) Combat.

Baca Juga: Joint Exercise Perdana, 4 Kapal Perang Indonesia-Singapura Latihan di Natuna

Dikutip dari laman resmi Kementerian Pertahanan, Karang Singa yang terletak di wilayah Selat Malaka ini merupakan salah satu jalur lalu lintas laut terpadat di dunia. Gugusan pulau ini dinilai sangat penting untuk dijaga dan diberikan tanda sebagai wilayah NKRI.

Di perbatasan internasional ini, negara Singapura telah menguasai teritorial Batu Putih (Pedra Branca) sedangkan Malaysia sudah menguasai Karang Tengah (Middle Rock). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.