Jalin Kesepakatan dengan TNI, Kanada Tegaskan Kehadiran di Indo-Pasifik

Jakarta, IDM – Kanada menegaskan kehadiran mereka untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik, dengan salah satunya bekerja sama dengan TNI.
Komitmen Kanada diejawantahkan melalui kunjungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Kanada atau Canadian Armed Forces (CAF) Jenderal Jennie Carignan di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (26/8).
Ini merupakan kunjungan pertama Jenderal Carignan ke Indonesia sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata sejak Juli 2024.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambut langsung kedatangan Carignan melalui prosesi jajar kehormatan dan upacara penyambutan militer, sebelum keduanya melaksanakan courtesy call.
Baca Juga: TNI Turun Tangan Pascabentrok Warga Indonesia dan Satuan Pengamanan Timor Leste di Perbatasan
Agus dan Carignan menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman, yang menjadi babak baru hubungan bilateral kedua angkatan bersenjata.
Kesepakatan baru antara CAF dan TNI memperkuat kemitraan militer kedua negara dan akan meningkatkan kolaborasi di
berbagai bidang, antara lain keamanan maritim, latihan bilateral dan multilateral, serta pengembangan kapasitas.
Kerja sama juga membuka peluang lebih luas dalam operasi bersama hingga bantuan kemanusiaan.

“Penandatanganan perjanjian ini makin memperkuat kemitraan pertahanan kami dengan Indonesia selaku mitra berpengaruh di kawasan dan salah satu anggota terkemuka Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN),” tulis keterangan pers Kementerian Pertahanan Kanada, dikutip Selasa (26/8).
Carignan — perempuan pertama yang memimpin militer Kanada — turut hadir dalam upacara pembukaan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield 2025 di Markas Seskoal, Jakarta Selatan, Senin (25/8).
Baca Juga: Prajurit Yonarmed 1 Kostrad Gelar Lari Bersenjata, Jaga Fisik dan Soliditas
Tahun ini, kontingen CAF turut berpartisipasi dalam Super Garuda Shield, dengan sebagian anggota mereka saat ini juga dikerahkan dalam Operasi Horizon.
Lewat Operasi Horizon, Angkatan Laut Kanada secara berkala mengunjungi Indo-Pasifik, termasuk Indonesia. Lebih dari 700 prajurit TNI telah berpartisipasi sejak Indonesia bergabung dalam operasi itu pada 2008.
Melalui strategi Indo-Pasifik, Kanada akan terus meningkatkan kerja sama pertahanan dan keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN.

Kanada juga bekerja sama dengan sekutu dan mitra untuk memastikan kehadiran pertahanan yang kuat di kawasan Indo-Pasifik. Diketahui, The Great White North — julukan Kanada — tergabung dalam aliansi North Atlantic Treaty Organization (NATO).
“Memformalkan kerja sama militer kami dengan salah satu mitra kunci di Indo-Pasifik seperti Indonesia sangat penting untuk memperkuat kemampuan Kanada dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Carignan.
Baca Juga: Super Garuda Shield 2025, AS Boyong Black Hawk, Apache Hingga Panther Caracal
Dengan meningkatkan interoperabilitas dengan TNI, Kanada ingin memastikan bahwa angkatan bersenjata mereka tetap siap untuk menegakkan hukum internasional dan mempertahankan kedaulatan Kanada.
Sementara itu, Jenderal Agus Subiyanto mengatakan, kerja sama militer dengan CAF menjadi landasan kuat bagi peningkatan kolaborasi pada masa depan.
Panglima TNI juga berharap melalui MoU terbaru tersebut, interaksi antara staf militer TNI dan CAF dapat semakin meningkat. “Sehingga berbagai potensi kerja sama militer dapat terus dikembangkan secara konkret dan berkelanjutan,” kata Agus.
Agus juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Jenderal Carignan dalam upacara pembukaan Super Garuda Shield 2025, serta partisipasi aktif Kanada dalam latihan tersebut sejak tahun 2022. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































