Jalani Tradisi Minum dari Kelongsong Meriam, 200 Siswa Sah Jadi Prajurit Kavaleri

Jakarta, IDM – Sebanyak 200 siswa Dikjurtakav Abit Dikmata TNI AD Gel I TA 2024 resmi menerima pemakaian baret hitam korps Kavaleri. Upacara ini dipimpin langsung Danpussenkav TNI AD yang diwakili oleh Wadanpussenkav Brigjen TNI Rayen Obersyl di Palangka Sriman Sriwacana (Pasir Wacana) Mapusdikkav, Padalarang, Kamis, (26/9).
Ada hal yang menarik dalam upacara ini, terlihat para siswa menjalani tradisi yaitu minum dari kelongsong meriam yang langsung dituangkan oleh Wadanpussenkav.

Dijelaskan dalam postingan instagram resmi Penerangan Pusat Pendidikan Kavaleri @pusdikkavpussenkav dikutip Jumat, (27/9) bahwa tradisi korps pemakaian baret hitam ini merupakan bagian dari rangkaian pengoperasian Dikjurtakav, yang dilaksanakan setelah seluruh tahapan kegiatan proses belajar mengajar materi kecabangan Kavaleri baik teori maupun praktik termasuk latihan blok berganda/olah yudha Anggatra Turangga Jurit selesai dilaksanakan.
Baca Juga: Kesiapan Dermaga Kolinlamil Jelang Penyematan Brevet untuk Jokowi dan Prabowo
"Dengan dilaksanakannya Tradisi Korps Pemakaian Baret Hitam tersebut, maka 200 orang Siswa Dikjurtakav Abit Dikmata TNI AD Gel I TA 2024 secara resmi dan sah telah menjadi Warga Korps Kavaleri Baret Hitam berdasarkan Surat Keputusan Danpussenkav TNI AD," tulis keterangan postingan tersebut. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































