Jalani Apel Pagi, Prajurit Resimen Armed Dapat Buku Pedoman Super Cepat Belajar Bahasa Inggris

Jakarta, IDM - Saat memimpin apel pagi, Kepala Staf Resimen Armed 2 Kostrad Letkol Arm Siswo Budiarto membagikan buku pedoman tentang tata cara super cepat belajar berbahasa Inggris kepada anak buahnya yang dilaksanakan di depan Mako Menarmed 2 Kostrad, Senin (15/1/2024).
Baca Juga: KSAL: Status Pengungsi Rohingnya di Indonesia Harus Diselidiki Sesuai Aturan Internasional
Menurut Letkol Arm Siswo Budiarto, program bahasa Inggris tersebut merupakan sebuah gerakan berkesinambungan yang bertujuan untuk memajukan literasi dan kualitas akademik prajurit, khususnya dalam berbahasa Inggris. Karena program english day juga merupakan perintah langsung dari komando atas yang diberikan kepada seluruh satuan jajaran.
Baca Juga: KRI Frans Kaisiepo-368 Singgah di Jeddah dalam Pelayaran Menuju Indonesia
“Buku bacaan program belajar bahasa Inggris untuk prajurit hari ini resmi saya bagikan kepada segenap prajurit putra yudha, selain menindak lanjuti perintah langsung dari komando atas hal ini merupakan gerakan untuk memajukan literasi, khususnya dalam hal peningkatan kemampuan akademik prajurit di bidang bahasa Inggris” kata Letkol Arm Siswo Budiarto. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































