Jajaran TNI AL Laksanakan Serentak Doa Akhir tahun

Jakarta, IDM - Jelang akhir tahun 2020, Seluruh Personel TNI Angkatan Laut dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di seluruh Indonesia melaksanakan doa bersama secara serentak di Satuan Kerja (Satker) masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, (30/12).
Kegiatan ibadah doa bersama merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Mahe Esa atas berkah dan rahmat yang dilmpahkannya sehingga bisa melaksanakan amanah menjalankan tugas pokok menegakkan kedaulatan wilayah perairan Republik Indonesia di tahun 2020 dengan baik. Doa yang dilaksanakan tidak hanya di Pendirat saja tetapi juga di KRI-KRI ini, sekaligus memohon perlindungan kepada sang Pencipta alam semesta atas keselamatan di tahun mendatang, serta supaya wabah virus-19 segera berakhir.

Photo Dok. Dispenal
Sementara itu, pelaksanaan doa bersama di Mabesal mengingat situasi Covid-19 dilaksanakan di Auditorium Denma Mabesal dan Satker-Satker Mabesal. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M mengikuti doa bersama di Auditorium Denma Mabesal yang dipandu Staf Dinas Pembinaan Mental Angkatan Laut (Disbintalal). (wan/man)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































