Jaga Perbatasan RI-Malaysia di Perairan Ambalat, TNI AL Kirim 2 Kapal Perang

Jakarta, IDM – TNI AL mengirimkan dua kapal perang, yaitu KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Ajak-653 untuk patroli rutin di perairan Blok Ambalat perbatasan RI-Malaysia, Kamis (20/2).
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada II Letkol Laut (P) Antonius Februar Prima Hadi, mengungkapkan kedua kapal perang yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan Laut dan Udara RI-Malaysia 2025, berada di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II.

Selain KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Ajak-563, TNI AL juga melibatkan personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Marinir.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 22 Calon Pekerja Migran Ilegal di Nunukan
"Tujuan patroli ini adalah untuk memastikan keamanan dan kedaulatan wilayah perairan NKRI dari segala macam tindakan pelanggaran di laut," ungkap Antonius, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (22/2).
Selain melaksanakan patroli, KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Ajak-563 beserta para personel Kopaska dan Marinir juga melaksanakan perawatan dan pemeliharaan Suar Karang Unarang.
"Satgas melakukan pengecatan ulang di beberapa bagian suar serta penggantian bendera merah putih sebagai simbol kedaulatan wilayah NKRI," lanjutnya.
Baca Juga: Kodam XIII/Merdeka Terima Bantuan Perahu Ponton dan Alat Konveyer dari Presiden Prabowo
Terpisah, Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo, mengatakan kehadiran alutsista kapal perang TNI AL di wilayah perairan Indonesia merupakan tugas utama bagi TNI AL untuk terus menjaga kedaulatan NKRI serta melaksanakan penegakan hukum di laut.
"Kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AL untuk menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia sebagaimana yang diinstruksikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali," kata Ariantyo, dikutip dari siaran pers Dispen Koarmada II.
"Dengan demikian, diharapkan keamanan dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia dapat terjaga dengan baik serta menjamin stabilitas kawasan regional," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































