HANKAM

Jaga Perbatasan RI-Malaysia, Danguspurla Koarmada II Kumpulkan Seluruh Unsur TNI di Nunukan

Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono
Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono memimpin pertemuan silaturahmi dengan seluruh unsur TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di hanggar helikopter KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (19/10). (Foto: Dok. Guspurla Koarmada II)

Jakarta, IDM – Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II mengumpulkan seluruh unsur satuan tugas TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Pertemuan konsolidasi ini digelar untuk menyamakan pola tindak dan memperketat pengamanan di garis depan perbatasan darat maupun laut.

Pertemuan tersebut berlangsung di hanggar helikopter KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 yang bersandar di Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (19/10). Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, memimpin langsung jalannya forum yang dihadiri komandan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 beserta perwira, komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan bersama perwira intelijen, serta perwakilan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan satuan tugas Marinir.

Baca Juga: Dua Tahun Presiden Prabowo, Deretan Alutsista Baru Perkuat Taring TNI

Endra menegaskan, seluruh prajurit wajib menjaga tingkat kesiapsiagaan yang tinggi meskipun situasi keamanan di wilayah perbatasan terpantau aman.

"Seluruh prajurit harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan meskipun situasi keamanan di wilayah perbatasan relatif kondusif," ujar Endra, dikutip dari keterangan Guspurla Koarmada II, Selasa (20/10).

Endra mengingatkan, luasnya cakupan wilayah perbatasan serta dinamika lapangan yang kompleks menuntut setiap prajurit mengedepankan profesionalisme dan koordinasi matang antarinstansi. Sinergitas lintas satuan menjadi kunci utama untuk menutup celah segala bentuk potensi pelanggaran hukum di wilayah terluar.

Baca Juga: Percepat Penanganan Karhutla, Super Hercules Angkut 2,6 Ton Dry Ice dan 7 Ton Garam untuk Modifikasi Cuaca

"Luasnya wilayah perbatasan serta dinamika ancaman yang terus berkembang menuntut setiap unsur untuk melaksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan penuh tanggung jawab dengan tetap mengedepankan koordinasi lintas satuan," tegasnya.

Selain menekankan aspek operasional, Endra juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal dan kedisiplinan antarpersonel di lapangan. Ia menginstruksikan seluruh satuan agar mengutamakan keselamatan kerja dalam mengoperasikan alat utama sistem senjata (alutsista) maupun aktivitas harian penugasan.

"Senantiasa mengutamakan keselamatan personel dan keamanan material selama penugasan," pungkas Endra.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.