HANKAM

Jaga Perairan Sulawesi, Bakamla Gelar Evaluasi Strategi Keamanan Laut

Rakernis
Rakernis monitoring dan evaluasi strategi keamanan laut di Manado. (Foto: Dok. Bakamla)

Jakarta, IDM - Bakamla menggelar rapat kerja teknis (rakernis) monitoring dan evaluasi strategi keamanan laut (kamla) di Manado, Sulawesi, Jumat (22/9).

Mengutip kererangan Humas Bakamla Sabtu (23/9), penjagaan keamanan maritim di perairan Sulawesi dinilai krusial lantaran menyangkut sektor perikanan dan pariwisata.

Direktur Strategi Bakamla Laksma Bakamla Bambang Trijanto mengatakan pelaksanaan rakernis tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki peran penting menjaga stabilitas keamanan kawasan perairan Tanah Air.

Baca Juga: Yonarhanud 1 Kostrad Akan Pamerkan Rudal Mistral di Perayaan HUT Ke-78 TNI

"Diskusi ini menyoroti kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan maritim di Laut Sulawesi," katanya.

"Serta menggarisbawahi pentingnya kerja sama lintas sektor dan Perundang-Undangan yang kuat untuk mengatasi permasalahan ini," lanjut Bambang.

Berdasarkan data Bakamla, perairan Sulawesi mencakup 229 pulau. Beberapa di antaranya dinyatakan tidak berpenghuni dan berpotensi menjadi sarang penganggu keamanan maritim.

Baca Juga: KSAL dan Komandan Marinir AS Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Kapabilitas Personel

"Misalnya tindak penyelundupan barang, distribusi narkoba, terorisme, pencurian ikan, pencurian bersenjata, dan sebagainya," tutur Bambang.

Selain itu, Bambang juga mengatakan Sulawesi Utara yang berbatasan langsung Filipina memiliki kompleksitas permasalahan yang berbeda dengan daerah lainnya.  Menurutnya, fakta tersebut membuat Bakamla harus melakukan langkah koordinasi yang lebih luas.

"Bakamla RI berkomitmen untuk terus berupaya optimal dalam melakukan tugas mengamankan laut Nusantara," tegas Bambang. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.