Jaga Perairan Kalimantan Tengah, TNI AL Bangun Lanal Kumai

Jakarta, IDM – TNI AL akan membangun Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kumai, Kotawaringin Barat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga perairan di Kalimantan Tengah.
Pembangunan ditandai peletakan batu pertama oleh Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I, Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi, Selasa (11/3).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Bahas RUU TNI dengan Komisi I DPR RI
Pada kesempatan tersebut, Yoos menekankan pentingnya keberadaan Lanal Kumai. "Ke depan, Lanal ini akan berperan dalam mendukung operasi TNI AL," kata Yoos, dikutip dari tnial.mil.id, Rabu (12/3).
Ia merinci peran-peran tersebut di antaranya patroli laut, pencarian dan penyelamatan serta pengawasan aktivitas ilegal.
Baca Juga: KSAD Kunjungi Sejumlah Satuan TNI AD di Kodam Sriwijaya
Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah yang turut menghadiri peletakan batu pertama, menyambut baik pembangunan Lanal Kumai. Ia berharap satuan tersebut dapat mendukung keamanan wilayah serta melindungi ekowisata setempat. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































