HANKAM

Jaga Mental Satgas MTF TNI di Lebanon, Kru Helikopter HS-1305 Jalani Observasi Psikologi

Kru Helikopter HS-1305
Kru helikopter Panther HS-1305 mengikuti asistensi dan observasi psikologi di Beirut, Lebanon, Rabu (20/11). (Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Jakarta, IDM – Kru helikopter Panther HS-1305 yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-O UNIFIL, menjalani asistensi dan observasi psikologi, Beirut, Lebanon, Rabu (20/11).

Kepala Dinas Penerangan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Kadispen Puspenerbal) Letkol Laut (KH) Rohman Arif menjelaskan, kegiatan asistensi dan observasi psikologi bagi kru helikopter Panther HS-1305 digelar di geladak KRI Diponegoro-365.

Pada kegiatan tersebut, Kapten Laut (KH) Reza Ryandika sebagai perwira psikologi satgas bertugsas mendukung dan memelihara mental personel kru helikopter yang tengah melaksanakan misi MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL

Baca Juga: Lanud Halim Perdanakusuma Siapkan Dapur untuk Program Makan Bergizi Gratis

"Menjelang genap setahun penugasan, perwira psikologi berkesempatan memberikan asistensi dan mengobservasi secara langsung dengan turut ikut terbang bersama helikopter HS-1305 yang sedang berpatroli udara maritim," jelas Rohman dalam keterangannya.

Sementara Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu mengatakan, keberhasilan pelaksanaan suatu misi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan kuantitas alutsista, tetapi juga pengawak profesional serta memiliki mental juang yang tinggi.

Kru Helikopter HS-1305
(Foto: Dok. Dispen Puspenerbal)

Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan asistensi dan observasi psikologi adalah untuk memberikan efek maksimal dan tetap menjaga kondisi mental personel serta performa yang sesuai dengan standarisasi tinggi.

"Diharapkan (mental para kru helikopter) dapat tetap terjaga dari waktu ke waktu hingga berakhirnya masa penugasan," ujar Wirastyo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Baca Juga: Sejumlah Pangkalan Udara Jadi Unit Pelayanan Makan Bergizi Gratis

Adapun helikopter Panther HS-1305 yang sedang melaksanakan misi Satgas MTF TNI KONGA XXVIII-O UNIFIL, diawaki oleh Kapten Laut (P) Rangga Birawa selaku captain pilot dan Lettu Laut (P/W) Michelle Anggreani selaku co-pilot.

"Dengan meninjau secara langsung, dapat mengetahui tentang bagaimana peran, tugas dan situasi yang dihadapi oleh kru helikopter saat melaksanakan tugas terbang di wilayah perairan Lebanon," terang Wirastyo.

Adapun Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O UNIFIL yang terdiri atas KRI Diponegoro-365 dan helikopter Panther HS-1305 ini bertugas di perairan Lebanon sejak awal 2024 dan akan digantikan oleh KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta helikopter AS565 MBe Panther HS-1306, pada awal 2025 mendatang. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.