HANKAM

Jaga Keselamatan Prajurit di Indonesia Timur, Kogabwilhan III Perkuat Benteng Doa

Ilustrasi prajurit Kogabwlihan III
Ilustrasi prajurit Kogabwlihan III yang bertugas di wilayah timur Indonesia. (Foto: Dok. Penkogabwilhan III)

Jakarta, IDM – Untuk menjaga keselamatan prajurit yang bertugas di wilayah timur Indonesia, Kogabwilhan III menggelar doa bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto dan dilakukan secara serentak seluruh satuan tugas Kogabwilhan III di berbagai penjuru wilayah Indonesia Timur.

Dilansir dari keterangan Penkogabwilhan III, Rabu (9/9), Lucky pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa di balik setiap tugas dan pengabdian, terdapat doa untuk keselamatan para prajurit.

“Kita semua tentu berharap seluruh prajurit yang sedang melaksanakan tugas senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan. Tidak ada tugas yang lebih penting daripada memastikan personel kita kembali dalam keadaan aman,” kata Lucky.

Baca Juga: Ngeri! Delapan ASN Salurkan Bantuan Beras di Jayawijaya, Ditembaki OPM

Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kekompakan, kewaspadaan, dan semangat pengabdian.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap solid, dan jangan pernah lengah. Kita berangkat untuk melaksanakan pengabdian, dan kita berharap seluruhnya kembali dengan selamat,” tegasnya.

Doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian seluruh keluarga besar Kogabwilhan III, sekaligus memohon pertolongan agar setiap langkah pengabdian diberikan kelancaran dan keselamatan.

Untuk diketahui, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kogabwilhan III) adalah komando utama operasi yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. Wilayah tanggung jawabnya mencakup darat, laut, dan udara di kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, beserta perairan dan ruang udara di atasnya.

Baca Juga: Kebakaran di Jayapura, Kodam Cenderawasih Kerahkan 285 Prajurit Bersihkan Dok V Bawah

Tugas pokok dari Kogabwilhan III adalah melakukan penindakan awal dengan mengintegrasikan kekuatan gabungan TNI (Darat, Laut, Udara) untuk menindak ancaman militer maupun nonmiliter di wilayah Indonesia Timur yang dapat mengganggu kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa.

Selain itu, Kogabwilhan III adalah penangkal ancaman yaitu dengan menyelenggarakan operasi penangkalan terhadap segala bentuk ancaman nyata di wilayah pertanggungjawabannya.

Berikutnya, pemulih kondisi yaitu dengan melaksanakan operasi pemulihan keamanan akibat gangguan stabilitas regional, konflik bersenjata, atau ancaman pertahanan di wilayah operasi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.