HANKAM

Jaga Keamanan LCS, Bakamla Serukan Pembentukan ASEAN Coast Guard Forum

Kepala Bakamla
Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah jadi panelis di 'The Manila Dialogue on the South China Sea'. (Foto: Dok x/@HumasBakamlaRI)

Jakarta, IDM – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Irvansyah menyerukan pentingnya pembentukan ASEAN Coast Guard Forum sebagai upaya bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan maritim di Laut Cina Selatan (LCS).

Hal tersebut disampaikan Irvansyah saat menjadi salah satu panelis diskusi 'The Coast Guard as Guardians of the Rule of Law at Sea' pada The Manila Dialogue on the South China Sea di Filipina, beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, Irvansyah juga menyampaikan bahwa LCS perhatian nasional karena wilayah tersebut merupakan jalur strategis dunia, baik dari sisi kepentingan geopolitik dan geostrategis.

Baca Juga: Tingkatkan Kemampuan, Instruktur Penerbang dan Siswa Kursus Standarisasi PTTA Ikuti Latihan Terbang Malam

Selain itu, Irvansyah menegaskan Indonesia melalui Bakamla akan turut menjadi garda terdepan pengamanan maritim kawasan. Ia menilai komitmen itu perlu dilakukan karena wilayah LCS berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara.

"Sehingga setiap dinamika atau ancaman di wilayah ini (LCS) berdampak langsung terhadap Indonesia," kata Irvansyah, dikutip dari akun X @HumasBakamlaRI, Sabtu (9/11).

Adapun untuk menjaga LCS, Irvansyah memastikan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya dengan memperkuat kerja sama dengan penjaga pantai negara-negara sahabat, seperti Philippine Coast Guard, Vietnam Coast Guard, Malaysian Maritime Enforcement Agency dan Singapore Coast Guard.

Baca Juga: Satgas Yonif Raider 323 Bagikan Sembako untuk Warga Jigunggi

Kerja sama ini mencakup latihan bersama, peningkatan kapasitas, berbagi informasi, serta patroli terkoordinasi untuk mengamankan wilayah perbatasan. Selain itu, Bakamla juga menginisiasi pembentukan ASEAN Coast Guard Forum sebagai wadah untuk saling bekerja sama.

Ia berharap inisiasi ini dapat memperkuat kolaborasi antar coast guard di negara-negara ASEAN dalam menjaga aturan hukum di laut dan mendorong stabilitas di wilayah yang krusial bagi perdagangan dan keamanan global.

"Indonesia akan terus bekerja sama dengan coast guard negara-negara kawasan untuk menjaga perdamaian, stabilitas keamanan, dan keselamatan laut di perairan Indonesia serta kawasan ASEAN,” tutur Irvansyah. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.