Jaga Batas Negara, KRI Terapang-648 Sisir Perairan Perbatasan Malaysia

Jakarta, IDM – TNI AL memperketat pengamanan di wilayah terluar Kalimantan Utara. Kapal perang KRI Terapang-648 bergerak menyisir perairan perbatasan Indonesia-Malaysia untuk menggelar operasi patroli sektor.
Operasi pengamanan perbatasan ini bergulir setelah jajaran Komando Armada (Koarmada) II memeriksa kesiapan prajurit di Pos Angkatan Laut (Posal) Bunyu, Kabupaten Bulungan, Jumat (17/7). Langkah ini menyasar penguatan kehadiran unsur laut di garis depan negara.
Baca Juga: TNI AU Kontribusi 45,05 Persen Target Produksi Gula Nasional lewat Pendampingan Komoditas Tebu
Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono menekankan pentingnya kerja sama semua pihak di wilayah perbatasan. Hubungan kuat antara militer dan elemen daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan laut.

"Penting sekali menjaga sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir dalam mendukung keamanan wilayah perbatasan laut," ujar Endra, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (18/7).
Baca Juga: 514 Taruna Akmil akan Dilantik Presiden Prabowo 21 Juli 2026
Sebelum bertolak ke laut lepas menggunakan KRI Terapang-648, jajaran Koarmada II sempat menyambangi masyarakat nelayan setempat. Mereka berdialog mengenai situasi keamanan perairan sekaligus menyerahkan bantuan tali asih kepada perwakilan warga.
Usai memantau kondisi sosial di pulau terluar tersebut, seluruh personel langsung naik ke atas geladak kapal perang. KRI Terapang-648 kemudian bertolak dari dermaga untuk memulai patroli sektor di sepanjang garis batas laut kedua negara.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































