HANKAM

Jadwal Kedatangan Kapal Baru TNI AL: KRI Prabu Siliwangi April, KRI Canopus Pertengahan Mei

KSAL Laksamana Muhammad Ali
KSAL Laksamana Muhammad Ali sebelum membuka rapim TNI AL di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Rabu (11/2). (IDM/Aini Tartinia)

Jakarta, IDM – TNI AL tengah bersiap menyambut kedatangan sejumlah armada baru untuk memperkuat jajaran alutsista pada medio 2026. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memproyeksikan kapal-kapal perang tersebut akan tiba di tanah air secara bertahap mulai awal kuartal kedua tahun ini.

Ali membeberkan kepastian jadwal tersebut kepada awak media sesaat sebelum membuka rapat pimpinan (rapim) TNI AL 2026 di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta, Rabu (11/2). Ia memastikan proses pengiriman armada-armada baru ini kini memasuki tahap akhir.

Dalam penjelasannya, Ali menyebut KRI Prabu Siliwangi-378 menjadi salah satu yang akan tiba lebih awal pada April mendatang. Kapal jenis patroli lepas pantai Offshore Patrol Vessel (OPV) hasil kerja sama dengan Fincantieri, Italia ini, baru saja merampungkan rangkaian uji coba laut (sea trial) secara intensif untuk menguji ketangguhan mesin dan sistem integrasi senjatanya.

Baca Juga: Yonif 514 Gelar Tradisi Penyambutan Purna Tugas Rajawali III

"Harapannya KRI Prabu Siliwangi akan datang mungkin bulan April ya, bulan April sudah tiba di tanah air," ujar Ali.

Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-378 akan melengkapi kekuatan sistership-nya, KRI Prabu Brawijaya-377, yang sudah lebih dulu masuk dalam rencana penguatan armada kombatan TNI AL. Keduanya merupakan kapal perang multifungsi yang memiliki kemampuan tempur permukaan hingga pertahanan udara.

Sementara itu, TNI AL juga menanti kehadiran KRI Canopus-933. Kapal riset canggih ini tengah memasuki fase penyelesaian di galangan Abeking & Rasmussen, Jerman, sejak mulai dibangun pada 2023 lalu. KRI Canopus-933 tidak hanya berfungsi sebagai kapal bantu hidro-oseanografi, tetapi juga mengemban misi vital sebagai kapal penyelamat kapal selam (submarine rescue).

Baca Juga: Prioritas TNI AL 2026: Terus Tambah Kapal, Incar Fregat hingga Kapal Selam

Ali memperkirakan kapal ini akan menyusul masuk ke jajaran armada pada pertengahan Mei. Sebelumnya, Komandan Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya Budi Purwanto telah meninjau langsung progres teknis KRI Canopus-933 di Jerman untuk memastikan sensor hidrografi dan perangkat keselamatan bawah air berfungsi sempurna sebelum dikirim ke Indonesia.

"KRI Canopus bisa hadir mungkin bulan April pertengahan atau Mei. Mudah-mudahan sih bulan April semua bisa hadir ya," sambungnya.

Kedatangan armada baru ini menjadi bagian dari fokus utama modernisasi TNI AL tahun ini. Ali berharap tambahan kekuatan dari KRI Prabu Siliwangi-378 dan KRI Canopus-933 mampu meningkatkan kesiapan operasional prajurit dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Nusantara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.