Jadi Ketua FASI Sumsel, Danlanud SMH Hadiri Musyawarah Nasional 2023

Jakarta, IDM - Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (Danlanud SMH) Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) tahun 2023 di Klub Eksekutif Persada Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/5).
Dikutip dari Penerangan Lanud SMH, kehadiran Sigit pada kesempatan ini merupakan bagian dari tugasnya sebagai Ketua FASI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Munas tahun ini dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Ketua Umum PB FASI Pusat.
Baca Juga: KSAD Dampingi Presiden Jokowi dalam Acara Puncak Penanaman Mangrove Nasional
Dalam amanatnya, KSAU memberi apresiasi yang tinggi kepada pengurus besar dan pengurus FASI di setiap daerah atas berbagai upaya dan capaian prestasi yang telah diukir selama periode kepengurusan 2019-2023.
Secara khusus Fadjar juga memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet FASI yang telah berprestasi di level nasional maupun internasional. Dipenghujung acara, KSAU berharap kepada seluruh atlet agar tidak lengah dengan deretan prestasi yang telah diraih dan selalu mengedepankan keselamatan (safety) dalam setiap kegiatan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































