Jadi Kekuatan Baru Skadron Udara 8 Lanud Ats, Ini Kecanggihan Helikopter H225M

Jakarta, IDM - Kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi diperkokoh dengan hadirnya alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, yaitu 8 unit Helikopter H225M.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto secara simbolis menyerahkan langsung kedelapan helikopter itu kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Lanud Atang Sendjaja (Ats), Sabtu (2/12) lalu.
Helikopter H225M ditempatkan dan dioperasionalkan oleh Skadron Udara 8 Wing 4 Lanud Atang Sendjaja Bogor, yang merupakan home base bagi SA-330 Puma dan EC-725 Caracal.
Baca Juga: Panglima TNI Kaji Usulan Nama Doni Monardo Jadi Pahlawan Nasional dan Nama Gedung di Kopassus
Dilansir dari keterangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Selasa (5/12), H225M merupakan bagian dari keluarga Super Puma dan produk kerja sama antara PTDI dengan Airbus Helicopter.

Helikopter yang semula dikenal dengan nama EC725 Caracal ini dirancang sebagai helikopter angkut militer multiperan dan memiliki sejumlah keunggulan.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam keterangan resminya menjelaskan, H225M dikenal sebagai helikopter yang aman, andal, serta kuat. Beragam misi yang dapat dilakukan oleh H225M di antaranya operasi khusus, SAR, evakuasi medis, pengawasan maritim, dan bantuan tembakan dari udara.
Baca Juga: Gandeng Kominfo dan Pos Indonesia, TNI AU Rilis Prangko Bertema Pahlawan Nasional Angkatan Udara
“H225M juga dapat dilengkapi dengan sistem persenjataan HForce yaitu sistem persenjataan inkremental dan modular yang memungkinkannya untuk menangani semua jenis skenario operasi, baik dalam konflik konvensional maupun asimetris,” tulis Kemhan.
Helikopter H225M dirancang untuk diawaki oleh dua kru (pilot dan kopilot) serta satu Juru Mudi Udara. Helikopter ini memiliki sepasang mesin turboshaft Makila 2A1 buatan Turbomeca yang masing-masing berdaya 2.156 shp.
Selain itu, H225M mampu terbang dengan kecepatan maksimum mencapai 324 km/jam dengan ketinggian terbang hingga 5.343 m dan jangkauan operasi sejauh 950 km. Selanjutnya, helikopter ini mampu menampung 28 pasukan atau muatan seberat 5,26 ton. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































