Irjen TNI Tinjau Pembuatan Rantis untuk Satgas Konga UNIFIL

Jakarta, IDM – Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa meninjau pembuatan High Mobility Light Tactical Vehicle (HMLTV) di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (14/11).
Adapun kendaraan taktis (rantis) yang diproduksi oleh PT. INKAS dibuat untuk mendukung kebutuhan operasional Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.
Baca Juga: TNI dan Angkatan Bersenjata Australia Latihan Operasi Evakuasi Warga Sipil di Situbondo
Dalam kesempatan tersebut, Saleh nersama CEO PT. INKAS, Ulugbekhon Maksumov mendiskusikan berbagai perkembangan terkait rantis yang memiliki panjang sekitar 8 hingga 15 meter. Selain itu, Saleh juga memeriksa 11 unit HMLTV yang telah dipesan Indonesia.
"Namun, mengingat situasi yang belum memungkinkan untuk pengiriman ke Lebanon, kendaraan-kendaraan tersebut sementara waktu akan dikembalikan ke Indonesia," demikian tulis Puspen TNI yang dikutip pada Minggu (17/11).
Baca Juga: Tentara India Kunjungi Kodam IX/Udayana Bahas Sejumlah Kerja Sama Militer
Adapun pemeriksaan rantis tersebut merupakan bagian dari rangkaian audit yang dilakukan Irjen TNI terhadap Atase Pertahanan Republik Indonesia di UEA dan Afrika Selatan.
Selain menjalankan pengawasan dan pemeriksaan kegiatan serta anggaran, proses audit juga berisi konsultasi terkait hambatan yang dialami atase pertahanan selama menjalankan tugas. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































